Desember 3, 2025

Sadari, Cara Mudah Deteksi Dini Kanker Payudara

SURABAYA – Memeriksa payudara sendiri (Sadari) masih menjadi solusi untuk mendeteksi awal kanker payudara. Ada enam langkah untuk melakukan sadari ini menurut Dokter Asdi Wihandono, SpB (K) Onk, ahli bedah onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR).

1. Pada saat kita selesai mandi masih belum memakai pakaian, di depan cermin kita lihat dulu dalam posisi yang tegak lurus, tangan di samping. Lihat apakah payudara kanan kiri kita simetris. Apakah ada benjolan atau ada luka atau ada apapun itu, kita waspadai.

2. Tangan kita taruh di pinggang berkaca. Kita bandingkan lagi payudara kanan kiri ada perbedaan atau tidak.

3. Kita angkat tangan ke atas lurus kita bandingkan payudara kanan kiri. Tujuannya untuk melihat apakah benjolan yang kita curigai kanker itu sudah menempel ke otot atau ke tulang.

4. Gunakan tiga ujung jari bagian tengah untuk meraba payudara. Mulai dari puting melingkar sampai ke luar atau dengan cara linear. Adalkan semua bagian dari badan kita raba dengan teliti. Ketika meraba tangan yang tidak digunakan ditaruk di kepala belakang.

5. Kita pencet piting apakah ada cairan yang keluar karena dari beberapa kasus muncul cairan kalau dipencet.

6. Posisi tidur dengan tangan satu di belakang kepala dan tangan satunya meraba payudara apakah ada benjolan atau tidak.

Sadari tidak perlu dilakukan setiap hari. Biasanya kita anjurkan pada wanita yang masih menstruasi rutin itu pada hari ke-10 dari mens pertama. Karena pada saat itu payudara itu sudah mulai berkurang rangsangannya sehingga sudah agak lunak.

“Jadi harus tahu tanggal berapa biasanya menstruasi. Di hair kesepuluh baru dilakukan Sadari itu,” ujarnya.

Pemeriksaan ke dokter biasanya dengan mamografi. Di mana benjolan-benjolan yang di bawah ukuran 1 cm bahkan di bawah 5 mili yang tidak bisa diraba dengan t jari-jari bisa kelihatan.

“Masalahnya kita di Indonesia belum semuanya rumah sakit atau fasilitas kesehatan punya mamografi sehingga kita menyarankan sadari itu paling tidak ya setelah sadari kalau misalnya seorang wanita itu punya keluhan ada benjolan atau ada yang berbeda maka bisa datang ke tenaga medis baik itu dokter, bidan atau yang lainnya,” tutupnya. *