Pentingnya Vaksin Hepatitis B pada Anak

“Seroprotectivity of Hepatitis B in Children on Bawean Island”, studi yang dipresentasikan oleh PPDS Sp-1 Ilmu Kesehatan Anak, FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, dr. Ahmad Maulana Ifan Akbas pada kegiatan ilmiah 19th National Congress of Indonesian Pediatric Society (KONIKA XIX) di Semarang, 29 September 2024 ini menunjukkan pentingnya vaksinasi hepatitis B pada anak.
Infeksi virus hepatitis B atau Hepatitis B Virus (HBV) masih menjadi masalah kesehatan global, khususnya di negara-negara berkembang. Infeksi HBV terjadi pada sekitar 257 juta orang di seluruh dunia. Anak yang terinfeksi HBV dari ibu dapat terjangkit infeksi HBV yang kronis. Infeksi HBV kronis pada anak dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyakit hati kronis, sirosis, dan karsinoma hepatoseluler.
Mencegah penularan HBV dari ibu ke anak sangat diperlukan, termasuk cara yang efektif untuk melakukan skrining hepatitis B pada ibu hamil, mengobati mereka yang memerlukan pengobatan, dan memastikan bahwa semua bayi baru lahir mendapatkan vaksinasi saat lahir. Vaksinasi terhadap hepatitis B telah terbukti mampu menjadi langkah yang efektif dalam mengurangi prevalensi infeksi, terutama pada anak Namun, ketahanan antibodi pelindung dari waktu ke waktu dapat bervariasi, sehingga memerlukan evaluasi seroprotektifitas secara berkala untuk memastikan kekebalan jangka panjang.
Studi ini menilai prevalensi HBV dan seroprevalensi hepatitis B pada 90 anak yang berusia 3-15 tahun di Pulau Bawean, Jawa Timur, Indonesia. Tingkat seroprotektif didefinisikan sebagai titer anti-HBs ≥10 IU/mL, yang didapatkan pada 67,8% anak. Studi ini menunjukkan adanya seroprotektifitas yang tinggi terhadap hepatitis B pada anak di Pulau Bawean, khususnya di antara mereka yang menerima vaksinasi lengkap. Sangat pentingnya memastikan cakupan vaksinasi yang lengkap dan memantau tingkat antibodi untuk mencegah infeksi HBV pada anak.