Desember 5, 2025

Ingin Masuk Kedokteran? Ini Basic yang Harus Dimiliki

SURABAYA – Coba flash back di masa kecil, masa-masa dimana ada pertanyaan, kelak jika dewasa ingin menjadi apa? Salah satu profesi yang popular disebut pastinya dokter, disusul pilot, polisi, insiyur dan pramugari.

Cita-cita menjadi dokter adalah cita-cita mulia karena memiliki peran penting membantu orang sakit dan memberikan pengobatan. Namun apakah semua orang bisa menjadi dokter? Ini menjadi bahasan menarik diulas di program Dokter Edukasi di Dokter Unair TV. Bersama narasumber, Prof. Dr. A.C Romdhoni , dr., Sp THT-BKL.,Subsp.Onk (K).,FICS. yang dipandu dr. Ulaa Hanifa.

Diakui, dr. Ulaa, profesi sebagai dokter masih menjadi idaman banyak orangtua, karena sejak kecil selalu mendorong anaknya kelak menjadi dokter. “Besok besar jadi dokter, ya nak!” tirunya. Namun untuk adik-adik SMA, masuk kedokteran masih momok karena ketatnya persaingan.

Melihat tingginya peminat jurusan ini, profesor Romdhoni mengatakan karena hal tersebut tidak lepas dari penanaman image dari kecil bahwa kalau sudah besar kuliah dan bercita-cita jadi dokter. Namun sayangnya, banyak yang belum paham apa saja yang harus disiapkan.

“Sebagai orangtua tidak hanya support secara moral dan finansial saja tapi juga mengevaluasi lebih dini, apakah putra putrinya cocok dengan jurusan ini, karena pendidikan kedokteran waktunya cukup panjang sehingga dibutuhkan endurance yang kuat dan konsentrasi yang berbagi dengan kegiatan ekstra dan intrakulikuler lainnya!” ingatnya.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Mahasiswa dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Periode 2020-2025 ini menjelaskan jika secara psikologis, moral dan finansial sudah cocok, Why Not! Apalagi, di Indonesia sudah ada 120-an fakultas kedokteran dan Surabaya adalah salah satu kota yang terbanyak menyediakan jurusan ini. Jadi banyak pilihan dari universitas negeri maupun swasta.

“Orang yang bercita-cita jadi dokter selain sudah ditanamkan sejak kecil, juga memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi karena dokter dan tenaga kesehatan itu profesi yang basic-nya adalah giving and caring,” pungkasnya.