Efek Samping Kemoterapi yang Penting Diketahui Pasien

SURABAYA – Kemoterapi memang memiliki efek samping yang dirasakan pasien. Namun efek samping itu tidak berlangsung lama. Jika pasien dinyatakan. Sembuh, maka efek samping akan hilang seiring dengan tidak lagi dilakukannya kemoterapi.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) dr Muhammad Noor Diansyah, SpPD, K-HOM, FINASIM mengatakan efek samping itu muncul seperti mual dan muntah. Ada juga yang rambutnya rontok. “Namun tidak selalu muncul pada semua pasien. Ada yang mengalami gejala itu dan ada pula yang tidak. Jadi tergantung pada masing-masing pasien,” katanya.
Obat-obatan kemoterapi memang menimbulkan efek samping. Tapi efek samping itu akan berbeda dirasakan sesuai dengan jenis obatnya juga. Ada obat yang efek sampingnya lebih banyak pada rambutnya rontok, tapi ada obat-obatan kemoterapi yang lain yang efeknya rontok ke hal lain.
“Kalau dikatakan kemoterapi itu pasti rambutnya rontok tidak selalu tidak selalu dan itu mitos ya jadi pasien-pasan jangan takut . Rambut rontok itu akan muncul kembali kalau kemoterapinya sudah selesai dilakukan. Sehingga tidak permanen,” tukasnya.
Keluhan lain biasanya nyeri sekujur tubuh. Nyeri ini kata dr Noor tidak selalu jadi efek samping. “Jadi semua tergantung kondisi pasien menerima obat kemoterapi itu,” tuturnya. *