September 6, 2022

Edukasi Suplementasi Vitamin D

sumber foto : health.kompas.com

Vitamin adalah zat gizi yang diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Belakangan ini sedang tren suplementasi Vitamin D. Apakah betul kita memerlukan suplementasi Vitamin D? Bukankah Indonesia merupakan daerah yang kaya dengan sinar matahari?

Vitamin D merupakan vitamin larut lemak yang berperan pada berbagai organ, mulai dari tulang, sistem kekebalan tubuh, hingga organ reproduksi. Vitamin D dengan kadar yang cukup akan membantu menjaga kadar hormon testosteron yang optimal, jumlah sperma yang lebih baik pada pria, serta meningkatkan angka kelahiran pada pasangan.

Rutin berjemur dan mengonsumsi susu dapat membantu membantu meningkatkan Vitamin D pada tubuh kita secara alamiah. Namun, hal tersebut tidak menjamin kadar Vitamin D pada tubuh kita sudah normal. Data menunjukkan angka kejadian kekurangan vitamin D bukan hanya ditemukan pada negara-negara yang beriklim dingin, namun juga pada yang beriklim panas. Dengan demikian, kita perlu melakukan pemeriksaan kadar vitamin D di dalam darah di laboratorium klinik.

Adapun untuk interpretasi kadar Vitamin D, adalah sebagai berikut (perhatikan satuan yang digunakan setiap laboratorium, dalam tulisan ini saya menggunakan satuan ng/ml):

•             < 10 ng/ml          : kekurangan,

•             10–30 ng/ml       : tidak cukup,

•             30–100 ng/ml    : normal,

•             > 100 ng/ml        : berlebihan.

Apabila kadar vitamin D tidak cukup atau kekurangan, tentunya diperlukan suplementasi. Berapa banyak jumlah dosis suplementasi Vitamin D akan bergantung pada kondisi individu tertentu dan kadar Vitamin D dalam darahnya. Sehingga akan sangat lebih bijak jika kita mengonsultasikan hasil laboratorium tersebut dengan dokter yang memahami agar mendapatkan terapi yang optimal.

Suplementasi ini juga memerlukan monitor kadar Vitamin D setiap 2-3 bulan agar mendapatkan data tidak berlebihan. Hal ini penting karena kelebihan vitamin D memiliki dampak negatif, misalnya dapat menyebabkan gangguan pada ginjal meningkatnya penyerapan kalsium, sehingga menyebabkan pembentukan batu ginjal.

Dengan kadar vitamin D dalam tubuh yang optimal, maka harapannya diri kita bisa menjadi jauh lebih sehat dan lebih baik lagi, terlebih di masa pandemi sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *