Catatan Penting Sukses Program Bayi Tabung, Pasutri Harus Menyimak

SURABAYA – Bayi tabung adalah metode kehamilan buatan, pembuahan sel telur oleh sperma terjadi di luar tubuh Wanita.
Selanjutnya embrio yang terbentuk dipindahkan ke rahim untuk berkembang, menjadi solusi bagi pasangan yang sulit hamil secara alami.
Prosesnya melibatkan stimulasi hormon, pengambilan sel telur dan sperma, pembuahan di lab, lalu transfer embrio, dan memerlukan gaya hidup sehat serta kondisi kesehatan yang baik dari kedua pasangan.
Berikut beberapa catatan penting agar program bayi tabung berhasil.
1. Hadirnya buah hati menjadi dambaan setiap pasangan suami istri. Namun, antara pasutri satu dengan yang lain menerima takdir yang tidak sama. Ada yang membutuhkan waktu lama bisa memperoleh anugerah tersebut. Di sinilah ikhtiar masing-masing diperlukan.
2. Program bayi tabung ini melalui sejumlah tahapan di antaranya screening, stimulasi ovarium untuk mematangkan banyak sel telur, pengambilan sel telur dan sperma, pembuahan di laboratorium (fertilisasi), dan terakhir adalah transfer embrio ke dalam rahim.
3. Sejarah bayi tabung dunia dimulai dari Inggris pada 25 Juli 1978. Di sana bayi tabung pertama lahir di Rumah Sakit Umum Distrik Oldham. Dia bernama Louise Joy Brown, dari pasangan Lesley dan John Brown, yang mengalami kesulitan hamil secara alami.
4. Kekompakan suami dan istri berperan besar dalam program bayi tabung. Bukan hanya satu sisi saja, suami saja atau istri saja. 50 persen faktor suami, 40 persen istri dan 10 persen faktor keduanya, suami dan istri.