
GLR
dr. Ardito Ario Willy Goller, lahir di Kupang, 9 mei 1994
Lulus FK Unair tahun 2017, melanjutkan internship di Gresik, dan bekerja sebagai dokter umum di Kupang sampai dengan sebelum menjadi PPDS Urologi.
Hobi, mendaki gunung dan bermain musik (drum).
Cita-citanya menjadi seorang Urolog adalah untuk membantu masyarakat Indonesia dimana tempat ia bekerja nantinya
CUI
dr. Muhammad Fachri Fauzi, dipanggil dr. Arie, lahir di surabaya tanggal 19 September 1992, lahir dan besar di surabaya, menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah 4 pucang, SMPN 12 Surabaya, SMAN 5 Surabaya, dan melanjutkan pendidikan di Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di tahun 2011 dan lulus di tahun 2017, setelah menjalani internship di Jombang tahun 2018, dr. Arie mengabdikan dirinya di tanah kelahiran kakeknya di Luwu Utara, Sulawesi Selatan
VEE
dr. Veryne Ayu Permata biasa dipanggil dr. Veryne (VEE) lahir di Jombang tanggal 11 Agustus 1992. Berasal dan bertempat tinggal di Jombang, dr. Veryne ingin bertekad untuk dapat mengabdi dan melayani masyarakat dalam bidang spesialis urologi. Menempuh pendidikan di MI Mujahidin Parimono Jombang, SMP Negeri 2 Jombang, SMA Negeri 3 Jombang, dan melanjutkan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang tahun 2010. Kemudian mengikuti program internsip di RSUD Sosodoro Bojonegoro selama setahun, dan pernah bekerja di RS PMC Jombang, RS Muhammadiyah Jombang, dan RS Bedah Surya Dharma Husada Jombang.
KUR
dr. Putu Kurnia Darma Pratama, lahir dan besar di Bali, adalah seorang residen yang tengah mendalami bidang spesialisasi urologi. Lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada tahun 2017, Kurnia melanjutkan pengabdiannya melalui program magang di RSUD Mangusada Badung dan RSUP Sanglah. Selain fokus pada studi urologi, ia juga memiliki kegemaran menggambar yang menjadi pelipur di saat senggang. Bagi Kurnia, menjadi dokter urologi bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

YPK
Yudhistira Pradnyan Kloping, lahir di Surabaya, 4 April 1994
Lulus dari FK Unair tahun 2018,
Yudhistira sangat tertarik dengan bidang ilmiah dengan banyaknya publikasi dan kompetisi ilmiah yang dimenangkannya. Menjadi urolog yang hebat menjadi impiannya untuk sebuah pengabdian tanpa batas
AZH
Adelia Anggasta Adzhani, lahir di Surabaya, 21 Oktober 1994
Lulus dari FK Unair tahun 2018, ia melanjutkan kerja sebagai dokter internship di Kediri.
Jogging dan bersepeda adalah rutinitas yang dilakukan untuk menjaga kebugaran. Waktu luang ia gunakan untuk menonton film.
Menjadi urolog adalah impian bagi Adelia dan berharap bisa memberikan manfaat bagi semua orang

AAF
dr. Ali Akbar Firasi (AAF) lahir di Surabaya, 24 Agustus 1994 yang memiliki hobi melukis
dr. Ali menempuh pendidikan di SMAN 5 Surabaya dan melanjutkan pendidikan di FK UNDIP Semarang. Pada tahun 2020 bekerja sebagai dokter relawan COVID-19 di RSUD Dr. Setomo Surabaya. Kemudian melanjutkan studi sebagai PPDS Urologi Surabaya pada bulan Januari 2021.
IAU
Intan Andaru (IAU), lahir dan besar di Banyuwangi.
Lulusan FK Unair tahun 2012 dan sempat bekerja sebagai dokter PTT di Puskesmas Maffa – Halmahera Selatan dan di RSUD Agats Papua.
Selain menjalani studi spesialis urologi, ia memiliki kegemaran menulis dan sudah menerbitkan beberapa karyanya yang banyak mengangkat tentang kesetaraan, kebudayaan, isu sosial, dan konflik kemanusiaan di daerah.

Niwanda Yogiswara, bisa dipanggil Yogi atau YOG sebagai inisial di Urobaya. Lahir di Kediri, 4 April 1995 lalu, dan memulai pendidikan dokter di Universitas Airlangga dimulai pada 2013 silam. Hobinya adalah menonton Youtube, menikmati movies, dan belajar hal-hal baru. Baginya tidak ada yang tidak mungkin, seperti yang terjadi pada sekian banyak box office dengan kerja keras dan keajaibannya. Satu yang Yogi percaya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama, yang menjadi pegangan ketika berproses di kehidupan PPDS Urobaya.
Iwan Purnomo Aji, bisa dipanggil IPI sebagai inisial di Urobaya, pada kehidupan sehari-hari, aku dipanggil dengan nama Iwan.Lahir di Gresik pada 29 Juni 1993 lalu. Pada tahun 2011, aku masuk di Universitas Airlangga untuk menapaki jalan menjadi dokter. Fotografi adalah keahlian yang aku tekuni, dilengkapi dengan mendaki gunung dan bermain futsal sebagai hobi. Seperti dalam proses bermain futsal, pemain yang hebat tidak lahir dengan bakat, namun perlu skill yang terus diasah dan keberanian dalam mengambil keputusan dalam kehidupan. Seperti yang dilakukan Iwan ketika memilih PPDS Urologi sebagai capaian dari hidupnya.
Anugerah Afrianto biasa dipanggil Gerry lahir di Jakarta 27 September 1986, meraih gelar kedokteran di Universitas Trisakti. Setelah lulus, Gerry yang berhobby touring motor dan mobil ini segera bekerja RSPP jakarta dan menjalankan beberapa bisnis sampingan selama 6 tahun. Keminatan dalam urologi didapat saat bekerja di RSPP, melihat dokter urologi yang selalu bekerja santai namun serius. Tentunya saat ini dengan semangat tinggi dan pantang menyerah untuk merubah nasib akhirnya Gerry saat ini menjalani Program Residensi Urologi di Universitas Airlangga.
Nafis Audrey Febriansyah, bisa dipanggil singkat dengan nama Nafis, sebagai singkatan, aku mengambil AUD di nama tengahku sebagai inisial di Urobaya. Sebelum menjalani PPDS di Urobaya, Nafis menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Airlangga yang dimulai pada 2013. Menonton film baik movies dan TV series adalah hobiku. Jika ditanya keahlian, maka fotografi dan videografi adalah andalanku, software skills baik PC dan Mac aku juga ahli, ditambah skill lain dengan menguasai Word, Powerpoint dan Excel. Tekun dan telaten adalah hal yang Nafis tanamkan selama menjalani hari demi hari di urobaya, persis seperti editing video, melihat frame dari sudut terbaik dan tekun dalam setiap langkah pengeditan merupakan sebuah prinsip yang Nafis terapkan ketika menjalani hidup sebagai residen.
Ilham Akbar Rahman, bisa dipanggil dengan nama Ilham, dan di Urobaya memiliki inisial IAR. Lahir di Makassar pada 25 Februari 1995, dan setelah lulus SMA, saya meneruskan perjuangan menjadi dokter di FK Universitas Hasanuddin di tahun 2012. Mengolah data menggunakan SPSS, dan bermain dengan Microsoft Excel dan Microsoft Word adalah keahliannya. Jika menanyakan hobi, hal yang Ilham suka adalah Gowes dan berenang. Seperti berenang, terus bergerak adalah kunci untuk mencapai ujung tujuan. Begitu pula dengan perjalanan yang Ilham tempuh di Urobaya dengan capaian demi capaian sembari terus bergerak.
Achmad Romy Syahrial Rozidi, bisa dipanggil dengan Romy, dengan OZI adalah nama inisial yang dia emban di Urobaya. Lahir pada 2 Mei 1994 lalu, Romy melanjutkan mimpinya untuk menjadi dokter dengan masuk ke Universitas Airlangga pada tahun 2012. Hobinya adalah Travelling. Beberapa keahlian yang dimilikinya adalah menjadi Master of Ceremony, Public Speaking, serta mengedit video. Melangkah dan melangkah adalah hal yang Romy percaya. Seperti mendaki gunung, perjuangan di Urobaya juga sama, selangkah demi selangkah pasti akan berujung jua dengan penuh perjuangan.
Moch. Syafaat Ardy Pramono, lahir pada 6 Desember 191 lalu, dengan panggilan Ardy dan memiliki inisial AAT di Urobaya. Ardy menjalani kehidupan setelah SMA sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Hang Tuah yang dimulai pada 2011 silam. Selain Futsal, menonton TV (movies) merupakan hobiku. Sesuai dengan hobi, salah satu keahlian yang Ardy tekuni adalah mengedit video. Kerja keras adalah nama tengah Ardy yang dia pahami dan maknai di masa lalu hingga sekarang, serta menjadi nama tengahnya yang baru di kehidupan PPDS Urobaya.

APR
KAR
YJI
SAA
RFK
ERZ

Rizka Fitriani adalah lulusan dokter umum dari Universitas Airlangga angkatan 2014. Ia memiliki pengalaman sebagai dokter internship di Kabupaten Malang dan telah menangani berbagai isu medis, terutama selama pandemi COVID-19. Dengan minat khusus dalam bidang urologi khususnya andrologi, Rizka berharap pendidikannya berjalan lancar dan dapat membawa kontribusi yang berarti dalam bidang urologi.
Hafizh Fanani Rizkyansyah, berasal dari Madiun,
Lulus dari FK ULM tahun 2016. Sebelum tercatat sebagai PPDS Urologi, ia pernah bekerja sebagai dokter di IGD RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Bagi dokter yang kerap dipanggil Fanani ini, memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Urologi Surabaya merupakan nikmat luar biasa yang tak akan ia sia-siakan.
Ferdian Nugroho, lahir di Sibolga, asal Kediri, Lulus dari FK Unej tahun 2020, kemudian mengabdi sebagai dokter internship di RS Aura Syifa, Puskesmas Kunjang, dan Puskesmas Papar. Selain membaca, ayah satu anak yang akrab dipanggil Ferdi ini juga menyukai lari jarak jauh dan futsal. Baginya menjadi dokter adalah pengabdian tanpa batas.
Eksa Rachmadiansyah, lahir di Surabaya, 2 November 1993. Lulus dari FK unair tahun 2020, sempat melanjutkan kerja sebagai dokter jaga di IGD RS Wiyung Sejahtera hingga tahun 2022. Selain hobi mencoba kopi, ia menyukai olahraga basket. Baginya menjadi keluarga besar Urologi Surabaya merupakan sebuah kehormatan.
Akhmad dikhyak Ferdiyansah, lahir di sidoarjo, Lulus dari FK UWKS tahun 2012, menjalani penugasan pertama di Lanud Yohanis Kapiyau Timika, hingga tabun 2019. Selanjutnya berdinas di MABES AU, hingga tahun 2021. Berdinas di Skuadron Udara 21, hingga tahun 2022. Baginya, alasan memilih urologi karena dibidang urologi banyak menggunakan alat canggih, yang sangat menarik untuk ditekuni

Ida bagus Gde Tirta Yoga Yatindra, kelahiran Denpasar, Bali. Lulus dari FK Udayana, angkatan tahun 2014, ia melanjutkan kerja sebagai dokter internship di dan magang di RSUD Tabanan, Bali. Selain memiliki hobi bermain game dan menonton film, ia juga senang mengajar. Menjadi urologi adalah impian yang diharapkan oleh Tirta untuk dapat mengabdi sebagai dokter spesialis, dan membahagiakan keluarga. Ia selalu berharap bahwa perjalanannya di Urobaya dapat berjalan baik dan kelak dapat menjadi seorang urolog yang membanggakan.
Baihaqi Ramadhan, dari Blora Jawa Tengah, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya angkatan 2011. Setelah lulus dokter, sempat menjadi relawan RS Terapung Ksatria Airlangga pada ekspedisi Pulau Kangean, lalu melanjutkan internship di RS Karsa Husada Batu selanjutnya kembali ke Blora melanjutkan karir sebagai dokter PNS di RSUD dr. R. Soetijono Blora. Setelah 2 tahun, ia diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis urologi di FK Unair RSUD dr. Soetomo Surabaya. Menjadi dokter spesialis urologi merupakan cita-citanya. Setelah lulus, ia berharap dapat menjalankan amanah keilmuan dan mengabdikan diri pada masyarakat Blora
Arief Rahmawan, biasa dipanggil Arief. Sekalipun lahir di Bojonegoro, ia bertumbuh di berbagai kota. Memiliki ibu seorang dokter, arief kecil begitu lekat dengan pengabdian di indonesia. Tumbuh di pedalaman papua, ia sempat menemani ibunya untuk sekolah spesialis, dan kembali lagi mengabdi ke tanah Papua. Ia memiliki harapan tinggi untuk mengikuti jejak ibunya, sehingga tahun 2019, ia berhasil lulus menjadi dokter. Pernah bekerja di kota kecil baik di rumah sakit maupun puskesmas. Dengan pengalaman saat kecil dan perjalanan hidupnya, akhirnya ia ingin melajutkan mimpinya menjadi dokter urologi. Kegagalan demi kegagalan tentu pernah ia alami. Tapi baginya, kegagalan itulah yg merupakan batu batu loncatan yg memang harus dilalui. Selain menjadi dokter urologi, ia juga menpunyai cita-cita sebagai seorang fotografer. Fotografi bukan hanya sekedar hobi sebagaimana foto bukan hanya perekam peristiwa dan kenangan, melainkan sebuah cara untuk melepaskan stres dan emosi.
Agung Ravi Saputra Sangadji lahir di Ambon pada tanggal 26 Desember 1992. Meskipun ia menghabiskan 20 tahun untuk besar dan tumbuh di Semarang, ia tidak pernah melupakan tanah kelahirannya. Setelah lulus sebagai dokter pada tahun 2016, ia melanjutkan perjalanan kariernya dengan menyelesaikan program internship, mengikuti program pelayanan kesehatan pemerintah (PTT), hingga akhirnya menjadi dokter PNS di Maluku. Kecintaannya yang mendalam terhadap tanah kelahirannya mendorongnya untuk berperan aktif dalam meningkatkan layanan kesehatan di Maluku, terutama dalam bidang urologi.
Eky Zulfikar Mohammad lahir di Lamongan pada 26 Maret 1996. Biasa dipanggil Eky. Lulusan dari FK Universitas Airlangga angkatan tahun 2014. Setelah lulus sebagai dokter pada tahun 2016, ia melanjutkan perjalanan kariernya dengan menyelesaikan program internship dan sempat mengikuti kegiatan relawan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga di kepulauan paling ujung Madura, kepulauan Sapeken. Memiliki hobi bermain game, futsal, dan tenis meja. Ia berharap perjalanan menempuh pendidikan di Urobaya ini bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan banyak orang.
Galang Damariski Lusandi, lahir di Surabaya pada 8 November 1994, dan lulus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2013. Salah satu kesukaannya adalah berkelana, yang dibuktikan dengan pengalamannya menjalani internship di Wisma Atlet dan berpetualang mengikuti RSTKA keliling Pulau Madura. Menjadi ahli urologi yang andal merupakan salah satu mimpi terbesarnya. Besar keinginannya bahwa gelar yang diraihnya kelak dapat memberikan banyak manfaat bagi banyak orang.

Ronald Sugianto, lahir di Surabaya 18 November 1997. Lulus dari FK Udayana tahun 2021 dan menjadi bagian Urobaya tahun 2023. Ia sempat melanjutkan kerja sebagai dokter di Labuan Bajo, NTT. Ia menyukai kuliner, olahraga, dan travelling. Menjadi PPDS Urologi adalah sebuah anugrah yang perlu diperjuangkan agar dapat menjadi berkat, bagi pasien, dan bagi lingkungan sekitar.
I Made Ari Samudera, lahir di Denpasar 12 Desember 1995. Lulus dari FK Udayana tahun 2019 dan tercatat sebagai residen Urobaya tahun 2023. Ia sempat melanjutkan kerja sebagai dokter di Lombok. Selain menyukai kuliner dan bermain gitar, ia juga gemar olahraga seperti bersepeda.
Tino Kashara, lahir di Metro, Lampung. Lulus dari FK Malahayati tahun 2015. Kemudian bergabung menjadi perwira dokter TNI AL tahun 2016. Sebelumnya ia bertugas sebagai dokter TNI di beberapa wilayah perbatasan Indonesia dan daerah rawan di Papua. Kegiatan petualang alam bebas dan olahraga adalah kegemarannya.
Ia percaya bahwa doa merupakan kunci dari kelancaran pendidikan, karena itu ia selalu meminta doa restu kepada kedua orang-tua. Setelah lulus, ia berharap dapat dapat kembali melanjutkan pengabdian untuk NKRI.
Rizal Rian Dhalas (DLS), Lahir di Ponorogo 22 Juli 1995, lulus dari FK UNS tahun 2020. Sebaiknya ilmu adalah yang bermanfaat, dan mencoba melakukan aktulisasi diri dengan menjadi relawan berbagai NGO juga Sekretaris ISMKI Wilayah 3 semasa pre-klinik hingga dokter muda. Setelah lulus berusaha mengejar impian menjadi seorang dokter ahli bedah Urologi dengan mengikuti program magang Departemen Urologi RSPAD Gatot Soebroto selama hampir 2 tahun. Resmi tercatat sebagai keluarga Urobaya pada tahun 2023.
Muhammad Wafi Elian, lahir di Lumajang 8 Oktober 1995. Lulus dari FK Brawijaya tahun 2020, sempat menjadi Relawan Covid di RS lapangan Indrapura tahun 2021 serta melanjutkan kerja di RSUD Haryoto Lumajang dan RS Muhammadiyah Lumajang selama 1.5 tahun. Namanya masuk dalam keluarga besar PPDS Urobaya tahun 2023. Ia sangat menyukai olahraga dan kegiatan sosial. Menjadi PPDS merupakan mimpi yang menjadi nyata. Ia berharap selama studi, ia dapat meningkatkan kemampuan diri menjadi lebih baik dan berguna bagi masyarakat sekitar
Andye Wahyu Putra, lahir di Madiun 26 Mei 1993. Lulus dari FK UMY tahun 2019, dan melanjutkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi di FK Unair tahun 2023. Internship di RSPAU Hardjolukito, melanjutkan kerja di RSUD Temanggung dan Klinik Badan Pemeriksa Keuangan Yogyakarta. Ia memiliki hobi badminton dan futsal. Baginya menjadi bagian dari PPDS Urobaya merupakan sebuah impian yang menjadi nyata.

Antonius Galih Pranesdha Putra, lahir di Yogyakarta, 25 Maret 1997. Lulus dari FK unair tahun 2021, ia melanjutkan kerja sebagai dokter internship di Puskesmas Panceng dan RS Fathma Medika Gresik. Ia sempat magang selama kurang lebih satu tahun di beberapa daerah kemudian bergabung menjadi PPDS Urobaya tahun 2024. Selain badminton, ia juga menyukai futsal serta badminton untuk menjaga kesehatan.
Febriansyah Ramadhan, lahir di Banyuwangi, 07 Februari 1997. Lulus dari FK Udayana tahun 2021, ia melanjutkan kerja sebagai dokter internship di Puskesmas Tegalsari dan RS Al Huda, setelah itu bekerja di klinik selama kurang lebih satu tahun. Selain menjalani studi sebagai residen urologi sejak 2024, ia juga tetap menyempatkan untuk melakukan kegemarannya berupa olahraga lari, badminton, dan tenis.
Moh. Alwi Hamzah, lahir di Poso, 30 Maret 1990.
Lulus dari FK Universitas Hasanuddin tahun 2013, ia melanjutkan kerja sebagai dokter internship di Puskesmas Tanralili dan RSUD Salewangang Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Setelah itu, periode 2015 – 2019, bekerja di RSUD Anutapura Palu dan RSUD Kabelota Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah sebagai dokter IGD. Namun sejak Mei 2019, berpindah tugas di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai dokter PNS.
Baginya menjadi PPDS Urologi adalah satu pencapaian dan kebanggaan terbesar dengan harapan dapat memberikan pelayanan urologi terbaik bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Sidqi Shakur Ahmad, lahir di Bogor pada 22 Agustus 1996, lulus dari FK Yarsi pada tahun 2020. Menyelesaikan program internship di RSDC Wisma Atlit kemayoran dan menjadi relawan telah memberinya banyak pengalaman saat Covid-19. Setelah itu ia bekerja di Klinik Velia Medika Jakarta Selatan, dan melanjutkan magang di RSUD Cilegon bersama dr. Eko Sp.U. Ia memiliki cita-cita sebagai dokter sejak kecil. Selain memiliki hobi bermain futsal ia juga senang jika melakukan olahraga lain seperti gym. Ia bergabung menjadi keluarga urobaya pada tahun 2024, baginya menjadi bagian dari keluarga urobaya merupakan kebanggan dan pencapaian terbesar dengan harapan dapat kembali dan menjadi urolog di Pandeglang, Banten.
Prima Ardiansah Surya, lahir di Trenggalek pada hari Ulang Tahun Golongan Karya di 20 Oktober, tahun 1996. Setelah lulus dokter, Prima melanjutkan Internship di kota Reog Ponorogo dan menikmati senangnya menjadi dokter internship di RS Aisyiah Ponorogo yang memiliki semboyan layananku adalah ibadahku. Setelahnya, Prima bekerja sebagai dokter perusahaan di salah tambang di Kalimantan Selatan. Menjadi PPDS Urobaya merupakan salah satu goals hidup yang bisa dia nikmati saat ini. Cita-citanya adalah hidup kerja keras sebagai Urolog sekaligus santuy dengan tinggal di depan sawah desa.
Hafidh Fahreza Rusti, lahir di Surabaya 7 Juni tahun 1997.
Seorang Prabu Brawijaya yang lulus pada tahun 2021 yang menjadi Ksatria Airlangga dan bagian dari Urobaya pada tahun 2024. Sempat bekerja sebagai relawan COVID-19 di RSUD Dr Soetomo Surabaya pada tahun 2021, dokter internship di RSU Suyudi Paciran Lamongan pada tahun 2021, dan melanjutkan sebagai dokter umum di RS Mitra Keluarga Kenjeran Surabaya pada tahun 2023. Bermain futsal, basket, dan bernyanyi adalah hobinya. Ia meyakini bahwa menjadi dokter merupakan salah satu ladang pahala dan amal jariyah.

Rama Bagus Anandayudha, lahir di Houston, 23 Mei 1995
Lulus dari FK unair pada tahun 2020, ia melanjutkan kerja sebagai dokter internship di Kota Kediri, Jawa Timur. Setelah menyelesaikan internship, ia melanjutkan menjadi dokter relawan Covid-19 di Rumah Sakit Jiwa Menur. Di luar bidang akademik, ia menyukai bermain musik terutama gitar.
SAI
Saidah Rahmat, lahir di Baraka, 16 April 1995, biasa dipanggil Saidah.
Lulus dari FK Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2018, ia lalu melanjutkan bekerja sebagai dokter Nusantara Sehat Covid-19 di RSUP Ratatotok Buyat, lalu bekerja di RS Siloam Makassar, dan melanjutkan pengabdiannya sebagai dokter di RSUD Masohi, Kab. Maluku Tengah. Saidah menyukai traveling dan menulis puisi. Menjadi seorang dokter yang bermanfaat bagi sesama adalah mimpinya, dengan berbagabung menjadi bagian dari Urobaya adalah jalan meraih cita citanya.
AVI
Alviano Satria Wibawa, lahir di Surabaya, 6 mei 1998
Lulus dari FK unair tahun 2022, ia melanjutkan kerja sebagai dokter internship di Situbondo dan sempat menjadi dokter tim Sepakbola liga 2 Deltras FC Sidoarjo sebelum bekerja di National Hospital Surabaya.
Selain menyukai badminton, ia juga menyukai jogging untuk menjaga kesehatan.
FID
Muhammad Bagus Fidiandra, lahir di Surabaya, 6 Februari 1998. Lulus dari FK unair tahun 2022, setelah lulus melaksanakan internship di RSUD Ploso Jombang dan Puskesmas Keboan. Setelah itu melanjutkan bekerja di RS Al-Irsyad Surabaya sebagai GP bertugas di IGD, poli umum, ruangan, ICU, dan tim medis pertandingan basket Pacific Caesar. Selain bersepeda, ia menyukai jalan pagi dan badminton.
JRO
Agustin J Nanda De Niro, lahir di Singaraja, 30 Agustus 1996. Akrab disapa dengan nama Agustin. Setelah lulus dari FK UNAIR tahun 2020, Agustin menjalankan program dokter internsip di tanah kelahirannya yaitu RS Kertha Usada Singaraja, Bali. Belum cukup 1 tahun mengabdikan ilmu yang didapat selama bersekolah, Agustin melanjutkan bekerja di RS Balimed Buleleng selama 2 tahun. Akhirnya Agustin memantapkan diri untuk belajar lebih dalam lagi mengenai urologi. Harapannya setelah menjadi urolog bisa berguna dan membantu lebih banyak orang yang memerlukannya terutama di tanah kelahirannya yaitu Bali. Selain menjadi seorang dokter, Agustin juga mengisi waktu luangnya dengan berolahraga seperti berlari dan bermain bulu tangkis.

1. AZY
Ahmad Farid ‘Azmy, lahir di Negara, 14 September 1992. Lahir dan besar di Negara, Kab. Jembrana, Bali, Azmy memutuskan menempuh pendidikan di FK Unair pada tahun 2010 dan lulus tahun 2016. Kemudian diangkat menjadi PNS Daerah Jembrana dengan penempatan di RSU Negara sejak 2019. Setelah turut menjadi ujung tombak penanganan COVID-19 di daerah, dia mendapat kesempatan melanjutkan Pendidikan Dokter Spesialis Urologi di Universitas Airlangga. Setelah lulus diharapkan dapat memenuhi kekosongan urologi di kabupaten Jembrana Bali.
2. YPA
I Gede Yogi Prema Ananda, lahir di Surabaya, 16 April 1999, merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 2017, dia melanjutkan internship di RS Kasih Ibu Tabanan dan PKM Pupuan 1. Sebagai orang Bali asli Nusa Penida, Klungkung yang lahir dan bersekolah di Surabaya, melanjutkan pendidikan spesialis di Urobaya adalah suatu kesempatan dan mimpi yang menjadi nyata baginya. Besar harapannya dapat menjalani pendidikan di Urobaya dengan baik, dan dapat berkontribusi kepada masyarakat Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dia mengisi waktu luang dengan hobinya di bidang olahraga, seperti gym, lari, tenis, dan futsal.
3. DIK
Radika Naufal Hadi Surya, lahir di Sidoarjo, 9 Juni 1999. Lahir dan besar di Sidoarjo, Radika melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada tahun 2017. Setelah lulus, ia melanjutkan Internship di RS Intan Medika dan PKM Glagah Lamongan, lalu melanjutkan sebagai dokter magang urologi di RS Bhayangkara dan RSUD Bondowoso. Menempuh pendidikan spesialis di Urobaya adalah impian lama yang akhirnya terwujud berkat do’a dan dukungan keluarga. Ia berharap dapat menyelesaikan pendidikan di Urobaya dengan baik dan kelak berperan besar di daerah yang membutuhkan. Di luar dunia medis, Radika senang mendaki gunung dan mengedit video sebagai bentuk ekspresi dan relaksasi.
4. CHS
Christian Sinisuka, lahir di Medan, 19 Desember 1990. Setelah menamatkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia pada tahun 2016, Christian melanjutkan pendidikan di Akademi Militer Magelang untuk menjadi calon perwira TNI (Pa PK). Pada tahun 2019, ia lulus dan dilantik sebagai perwira TNI AL dengan pangkat Letnan Dua Korps Kesehatan. Bagi Christian, menjadi seorang dokter sekaligus perwira TNI adalah panggilan hidup sebagai insan bumi pertiwi. Kini, bergabung dengan Urobaya menjadi langkah penting yang ia ambil untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi TNI, TNI Angkatan Laut, bangsa dan negara.
5. ZAN
Mohamad Reza Affandi, biasa dipanggil Zan. Lahir dan besar di Blitar, Zan memutuskan melanjutkan studi di FK Unair dan lulus pada November 2021. Selama berkuliah, Zan aktif dalam kegiatan akademik dan sosial seperti menjadi relawan COVID-19 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Zan memilih spesialis urologi karena ingin berkontribusi lebih banyak dengan ilmu dan keterampilan di bidang bedah urologi. Di waktu luang, Zan mengisi kegiatan dengan berlari atau bersepeda.
1. LOS
Klemens Carlos Sernanda Djuang, atau biasa dipanggil Carlos, lahir di Malang dan besar di Jepara, Jawa Tengah. Setelah menempuh pendidikan dokter di Universitas Diponegoro 2016, Carlos menjalani internship di Malaka, Nusa Tenggara Timur, lalu melanjutkan pengabdian di Puskesmas Besikama, Malaka. Pengalaman bekerja di NTT membuatnya melihat langsung banyaknya pasien urologi yang belum tertangani optimal karena keterbatasan akses dan harus dirujuk ke ibu kota. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kuat bagi Carlos untuk melanjutkan pendidikan spesialis urologi. Baginya, masuk PPDS Urologi Universitas Airlangga/Urobaya adalah kesempatan besar sekaligus amanah untuk belajar, berkembang, dan ditempa menjadi urolog yang kompeten serta berintegritas. Setelah lulus, Carlos berharap dapat kembali ke NTT sebagai lulusan LPDP untuk mengabdi dan memberi dampak lebih luas melalui pelayanan, pendidikan, serta pengembangan urologi di daerah yang membutuhkan. Di luar dunia medis, ia menikmati waktu bersama keluarga, bermain musik, dan berolahraga seperti berenang.
2. DAG
Danang Mukarrom Prasetyo lahir di Sampang dan berasal dari Ponorogo. Setelah menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Airlangga 2014, Danang menjalani internship di RSU Darmayu Ponorogo, kemudian melanjutkan pengabdian sebagai dokter umum di RSU Muhammadiyah Ponorogo dan Klinik Pratama Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Ketertarikannya terhadap urologi semakin tumbuh saat ia mendapat kesempatan magang bersama dr. Pongky Alen, Sp.U, yang memberinya banyak pelajaran berharga, baik di poli urologi maupun di ruang operasi. Dengan penuh rasa syukur, Danang memaknai diterimanya di PPDS Urologi Universitas Airlangga/Urobaya sebagai kesempatan untuk terus belajar sepanjang waktu. Berbekal doa dan dukungan keluarga, ia berharap dapat menjalani pendidikan dengan lancar, berprestasi, dan kelak kembali memberikan manfaat bagi masyarakat Ponorogo, khususnya dalam pelayanan pasien batu saluran kemih yang banyak dijumpai di daerahnya.
3. EPN
Diar Tyas Anjasmara Sanggenafa, atau Diar, lahir di Surabaya dan besar di Kabupaten Waropen, Papua. Ia merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga 2013 dan telah menjalani internship di RSAL Dr. Soedibjo Sardadi Jayapura, kemudian bertugas sebagai dokter umum di RSUD Teluk Bintuni, Papua Barat selama tiga tahun. Pengalamannya bekerja di daerah dengan akses sulit membentuk ketangguhan dan komitmennya untuk berkontribusi bagi pelayanan kesehatan di wilayah timur Indonesia. Diar memilih urologi karena tertarik pada tindakan bedah minimal invasif yang dapat meminimalkan komplikasi dan mempercepat pemulihan pasien. Melalui PPDS Urologi Universitas Airlangga/Urobaya, ia berharap dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak kembali berkontribusi untuk Papua, terutama dalam menurunkan angka rujukan kasus urologi dari daerah pelosok.
4. HAV
Perjalanan Marshal Harvy Wicaksono Pantjoro menuju dunia urologi dimulai dari Surabaya, kota tempat ia lahir dan tumbuh besar. Setelah menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya 2016, Marshal menjalani internship di RS Pusdik Brimob Watukosek, sebuah pengalaman yang memberinya kesempatan untuk terlibat sebagai dokter lapangan dalam kegiatan pelatihan Brimob. Ia kemudian melanjutkan perjalanan profesionalnya dengan magang di RSUP I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali. Ketertarikannya pada urologi tumbuh karena bidang ini memadukan aspek klinis, diagnostik, dan operatif yang dinamis. Bagi Marshal, Universitas Airlangga memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari perjalanan pendidikan keluarganya. Kini, bergabung dengan PPDS Urologi Urobaya menjadi babak baru untuk belajar, bertahan, dan berkembang, dengan harapan kelak dapat kembali berkontribusi bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan urologi di Bojonegoro.
5. REV
Revantoro Artha Dwiprawira, atau akrab dipanggil Revan, lahir dan besar di Surabaya. Sebagai alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga 2017, Revan telah melalui perjalanan pendidikan dan pengabdian di berbagai tempat, mulai dari RS Tk III Brawijaya Surabaya, Puskesmas Wiyung Surabaya, hingga RSAL Ilyas Tarakan, Kalimantan Utara. Pengalamannya bertugas di Kalimantan Utara, sebagai salah satu pusat rujukan urologi dengan tantangan akses yang tidak mudah, semakin meneguhkan tekadnya untuk mendalami bidang urologi. Bagi Revan, menjadi bagian dari PPDS Urologi Universitas Airlangga/Urobaya adalah sebuah kebanggaan dan kehormatan untuk kembali belajar dari para guru yang telah menanamkan dasar ilmu sejak masa pendidikan dokter. Dengan semangat tanggung jawab dan pengabdian, ia berharap kelak dapat berkontribusi dalam memperluas akses pelayanan urologi, khususnya di daerah yang masih membutuhkan tenaga ahli urologi seperti Kalimantan Utara.
Kampus A UNAIR – Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo 47, Surabaya – 60131
Telp. (031) 5020251, 5030252, 5030253
WhatsApp (Chat Only). +62 821-1395-9446
Email : dekan(at)fk.unair.ac.id