Program Studi

SPESIALIS NEUROLOGI

Prodi Sp1 Neurologi FK Universitas Airlangga adalah prodi spesialis neurologi tertua kedua di Indonesia. Lama pendidikan di prodi ini adalah 8 semester dengan total jumlah SKS 158.

 

Perkembangan Neurologi di Indonesia dimulai dengan pengembangan neurologi di Jakarta dan Surabaya; sehingga pembahasan mengenai sejarah departemen neurologi FK UNAIR, tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan neurologi di Indonesia pada umumnya.

 

Pada tahun 1957, dr. HRM. Soejoenoes dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Neuropsikiatri menjadi Prof. dr. HRM Soejoenoes dan pada tahun 1961 Bagian Neuropsikiatri RS Simpang pindah di RS dr. Soetomo dan poliklinik Neuropsikiatri ditempatkan di sisi sebelah Barat RS dr. Soetomo (saat ini menjadi GBPT).

Sedangkan bangsal Neuropsikatri di tempatkan pada tempat dimana saat ini berada; hanya bangsal sebelah Barat ditempati pasien pasien pria dan bangsal sebelah Timur ditempati pasien-pasien wanita. Pada waktu itu dibagian neuropsikiatri terdiri dari beberapa unit kerja ; Ruangan Wanita disi sebelah kiri dari pintu masuk (saat ini menjadi ruang jiwa Sejahtera) dan tuang pria disebelah kanan dari pintu masuk (saat ini menjadi ruang Seruni A); Seksi Fisioterapi disebelah dalam dekat taman (saat ini menjadi ruang Tata Usaha Pendidikan Departemen Neurologi ), seksi elektrofisiologi (EEG) dengan alat EEG Grass buata USA ditempatkan di ruang Psikologi saat ini, Poliklinik Sraf dan Jiwa di area IRD saat ini, dan pavilion Saraf dan Jiwa (saat ini menjadi ruangan Seruni B).

Makin berkembangnya kedua disiplin ilmu, pada tahun 1973 Bagian Saraf dan Jiwa dipisah menjadi Bagian Saraf dan Bagian Jiwa. Bagian Ilmu Penyakit Saraf dipimpin oleh dr. Benyamin Chandra, sedangkan Bagian Psikiatri dipimpin oleh dr.Triman Prasadio.

Stroke Unit , saat ini dinamakan ruang Seruni , merupakan ‘hibah’ dari seksi menular bagian ilmu kesehatan anak, sesudah seksi ini mendapatkan tempat baru. Hibah tersebut pada era Prof. Dikman Angsar menjadi Direktur dengan wakilnya dr. Abdus Syukur Sp.BU (saat ini sudah dikukuhkan sebagai Profesor). Adapun ‘pembentukkan’ unit stroke ini diawali dengan kunjungan kerja ke Jogyakarta untuk melihat stroke unit di RS Bethesda Yogyakarta. Kunjungan dengan anggota dr. H. Syaiful Islam, dr. Arifin Sp.Bs, ibu Siti Rochani (paramedic departemen neurologi, seorang dari unit rehabilitasi medik dan dr. Troeboes Poerwadi.

Program Studi Spesialis Neurologi FK UNAIR terakreditasi A oleh LAM PT-KES.

Periode Penerimaan Program Studi Neurologi FK UNAIR 2 kali dalam setahun setiap bulan Juli dan bulan Februari

Program Studi Neurologi FK Unair saat ini memiliki 17 staf pengajar di RS Pendidikan Utama dan 6 staf pengajar di RS Pendidikan Jejaring

Visi

Visi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi adalah “Menjadi program studi spesialis neurologi yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional, pelopor pengembangan ilmu pengetahuan neurologi (terutama neurointervensi vaskular) dan teknologi kedokteran, enterpreneurship serta humaniora berdasarkan moral agama, pada tahun 2025”.


Misi

1.) Menyelenggarakan Pendidikan akademik dan profesi neurologi berbasis kompetensi global, untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan berjiwa humaniora yang menjunjung tinggi moral dan etik.

2.) Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dasar, terapan dan kebijakan bidang neurologi yang inovatif dan diakui secara nasional dan internasional untuk menunjang pendidikan, pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

3.) Mendharmabaktikan keahlian neurologi dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan humaniora kepada masyrakat yang berwawasan kesehatan nasional dan internasional.

4.) Mengembangkan kelembagaan yang berorientasi pada mutu dan mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Spesialis Neurologi
(Sp.N)

Dua kali setahun, setiap Juli dan Februari

4 Tahun (8 semester)

Nasional : LAM PT-Kes (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia) dengan nilai Unggul

Pengelola Program Studi

Galeri