Agustus 10, 2022

Update on Stroke Research and Treatment

Pada hari Rabu, 30 Maret 2022 pukul 13.00-14.45 WIB, tim Airlangga Webinar Conference Series (AWCS) telah dengan sukses mengadakan rangkaian webinarnya yang ke-95. Seperti pada webinar-webinar sebelumnya, webinar kali ini juga mengangkat tema yang tak kalah menarik yaitu “Update on Stroke Research and Treatment”.

Pada webinar kali ini tim AWCS mengundang dua pembicara internasional yaitu Prof. Kim Beom Joon, MD, PhD yang berasal dari Departemen Neurologi, Seoul National University dan Prof. Lee Deok Hee, MD, PhD yang merupakan profesor di Departemen Radiologi, Asan Medical Center, University of Ulsan College of Medicine, Seoul, Korea.

Sebagai Host adalah Dedy Kurniawan, dr., Sp.N, Staf Departemen Neurologi RS Dr. Soetomo. Acara ini dibuka oleh kata sambutan oleh Kepala Departemen Neurologi RS Dr. Soetomo, Dr. Muhammad Hamdan, dr., Sp.N(K) dan Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K).

Webinar kali ini dipimpin oleh Moderator yaitu Dr. Abdullah Machin, dr., Sp.N(K) serta sebagai panelis adalah Achmad Firdaus Sani, dr., Sp.N(K), FINS, Dr. Paulus Sugianto, dr., Sp.N(K), FAAN, Sita Setyowatie, dr., Sp.N, M. Saiful Ardhi, dr., Sp.N(K), dan Yudhi Adrianto, dr., Sp.N(K), FINR. Webinar ini dihadiri oleh lebih dari 190 peserta secara daring.

Pembicara pertama, Prof. Kim Beom Joon, MD, Ph.D membawakan materi berjudul “Update on Stroke Research and Treatment in Korea”. Beliau banyak menceritakan tentang pengalaman dan kiprahnya dalam melakukan penelitian klinis mengenai stroke dan terapinya di Korea. Beliau menjelaskan bahwa secara garis besar ada tiga hal yang membuat suatu penelitian bagus.

Yang pertama yaitu integritas data dan kualitas data yang menjadi kunci dari penelitian itu sendiri. Data adalah power atau kekuatan dari penelitian sehingga data yang kita punya harus bisa diandalkan.

Yang kedua yaitu alasan yang membuat kita melakukan penelitian itu sendiri yaitu tujuan personal maupun profesional, mencari jawaban dari pertanyaan yang kita ingin ketahui, dan bekerja sama dengan rekan kerja.

Yang terakhir adalah mengetahui apa yang diinginkan dari pihak lain, dimana yang dimaksud adalah partisipasi dan kolaborasi dari audience lokal, regional, global, serta pemerintahan, pembuat keputusan dan petinggi. Hal tersebut karena suatu penelitian yang bagus tidak akan dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari berbagai pihak yang sudah disebutkan diatas.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Prof. Lee Deok Hee, MD, PhD dengan topik berjudul “Stroke from Cerebral Venous System: Diagnosis and Endovascular Treatment”. Beliau menjelaskan bahwa meskipun stroke yang berasal dari sistem vena serebral ini jarang ditemukan, tetapi kita harus tetap mengetahui penyakit ini dengan baik oleh karena dua alasan.

Pertama karena penyakit tersebut memiliki “protean face” atau fitur yang bervariasi baik dari presentasi klinis maupun gambaran radiologis yang dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis.

Kedua karena penatalaksanaan dini pada stroke pada sistem vena memiliki luaran yang lebih baik dibandingkan pada sistem arterial.

Terdapat dua penyakit utama pada stroke vena serebral yaitu Cerebral Venous Sinus Thrombosis (CVST) dan Intracranial Dural Arterio-Venous Fistula (DAVF) yang kedunya dapat memunculkan manifestasi klinis mulai dari sakit kepala sederhana hingga kejang.

Identifikasi dan terapi endovaskular dini merupakan tatalaksana yang penting pada manajemen dari CVST terutama pada kasus yang berkembang secara progresif.(Andi M. Rahul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *