Juni 28, 2024

Upaya Pencegahan Stunting melalui Pendekatan Asuhan Continuity of Care (COC) pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

Dalam upaya menanggulangi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, pemerintah, instansi pendidikan dan berbagai organisasi kesehatan terus mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai strategi. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah Continuity of Care (COC) pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).  

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan  

1000 Hari Pertama Kehidupan, yang dimulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan periode kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selama periode ini, nutrisi dan asuhan yang tepat sangat menentukan kesehatan jangka panjang, pertumbuhan fisik, serta perkembangan kognitif dan motorik anak. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menyebabkan stunting, yang berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.  

Menyikapi hal tersebut, Prodi Kebidanan FK UNAIR mengambil langkah inovasi terjun ke langsung ke masyarakat. Para dosen dan mahasiswa saling berkolaborasi dan memperkenalkan model asuhan Continuity of Care (COC) dan booklet kelas ASAH.  

Dengan adanya model COC bidan maupun kader dapat menciptakan pelayanan secara komprehensif selama pendampingan dan mengoptimalkan 1000 HPK, sehingga akan membuat ibu merasakan pengalaman yang positif selama kehamilan, persalinan dan nifas serta mengurangi penyebab angka kematian maternal neonatal.   

Dalam mengoptimalkan 1000 HPK tentu perlu melibatkan orang tua, sehingga tim Prodi Kebidanan FK UNAIR juga membuat booklet kelas ASAH (Asuh, Asih, Asah). Dimana booklet ini memuat bagaimana peran orang tua dalam upaya menjaga tumbuh kembang anak secara optimal melalui pendekatan holistik atau menyeluruh (tidak hanya memperhatikan makanan saja, tapi melibatkan aspek sosiokultural dll)  

Pada (4-3-2024 dan 6-3-2024) tim Prodi Kebidanan FK UNAIR memperkenalkan model dan booklet tersebut ke seluruh bidan dan ibu yang memiliki balita di Puskesmas Banyuanyar Kab. Probolinggo selama 2 hari. Tentu ini menjadi nuansa baru bagi warga Probolinggo.  

Kegiatan ini dipelopori oleh empat dosen Kebidanan FK UNAIR yaitu Dwi Izzati B, S.keb., Bd., M.Sc, Woro Setia Ningtyas, S.Keb., Bd., M.Kes dan Ibu Andriyanti, S.Keb., Bd., M.Keb.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan kelas Continuity of Care (COC) yaitu 14 Bidan dan 30 Kader dari 6 Desa di Probolinggo, sedangkan kelas ASAH diikuti oleh 30 ibu yang mempunyai bayi balita. Acara berjalan dengan aktif dan peserta antusiasme selama sesi kegiatan dimulai, pada akhir acara terdapat sesi reflektif yang dapat dituliskan di masing – masing modul dan booklet yang sudah dibagi.

Dwi Izzati B, S.keb., Bd., M.Sc selaku ketua acara pada kegiatan ini berharap bahwa asuhan kelas Continuity of Care (COC) dalam optimalisasi 1000 HPK ini bisa menyebar infonya, bukan hanya ke kota besar, tapi lebih luas lagi dan menyeluruh ke daerah perifer.  

“Pendekatan Continuity of Care (COC) pada 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan strategi yang efektif dalam pencegahan stunting. Dengan memastikan kesinambungan dan kualitas asuhan mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, kita dapat memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Implementasi COC memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan”- Ujarnya