Agustus 10, 2022

Tim Anestesi & Reanimasi Emergency Disaster FK Unair/RSUD Dr. Soetomo Melatih Tenaga Kesehatan RS Pasirian dalam Melakukan Pertolongan Kegawatdaruratan Bencana Erupsi Gunung Semeru

Tanggal 4 Desember 2021, pukul 14.49 Gunung Semeru mengalami erupsi dengan memuntahkan materi berupa Awan Panas Guguran (APG) yang memusnahkan semua bangunan sepanjang jalur guguran. Korban berjatuhan dengan korban yang dominan mengalami luka bakar luas derajat berat di bawa ke Rumah Sakit Pasirian dan Rumah Sakit Dr. Haryoto Kota Lumajang. Tim Respons Lokal mengalami hambatan karena banyak korban dan perlu penanganan kegawatdaruratan di bidang jalan napas-pernapasan dan sirkulasi.

Tim Medis Bencana FK Unair turut serta melakukan dukungan  bagi tenaga kesehatan setempat dan melakukan inisiasi pelatihan pertolongan kegawatdaruratan bencana bagi tenaga kesehatan setelah masa tanggap darurat selesai. Tim Medis Bencana FK Unair yang di pimpin Dr. Christrijogo Sumartono,dr., SpAn., KAR., KIC melakukan pelatihan terstruktur selama empat hari  (25-28 Januari 2022)  di RS Pasirian dengan kurikulum manajemen serta pertolongan kegawatdaruratan, “RS Pasirian merupakan salah satu RS yang mengalami limpahan pasien luka bakar yang sebagian besar perlu di tangani tenaga ahli bidang jalan napas-pernapasan dan sirkulasi, saya melihat RS Pasirian dan daerah dengan risiko bencana lainnya perlu di bekali pendalaman Ilmu Pertolongan Kegawadaruratan Bencana dalam rangkan menyelamatkan nyawa sebanyak banyaknya” ujar Dr. Chris panggilang akrab beliau dalam sambutannya.

Materi yang diberikan adalah bagaimana melakukan Primary Survey, Pertolongan Jalan Napas-Pernapasan, Pertolongan sirkulasi, Pertolongan dengan Cedera Kepala, Pertolongan Luka Bakar, Pertolongan Trauma Dada, Teknik Melakukan Evakuasi dan Transportasi serta materi Manajemen Bencana. Salah satu anggota tim yaitu dr. Airi Mutiar., M.Ked.Klin., SpAn menyatakan pelatihan ini di dukung RSUD Dr. Soetomo. “RSUD Dr. Soetomo mendukung penuh pelatihan ini agar Ilmu Kegawat daruratan Bencana tersebar luas mengingat Indonesia sebagai negara dengan risiko tinggi bencana” ujar Dr. Joni Wahyuhadi, dr., SpBS (K).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *