Oktober 5, 2022

Terpapar Gas Air Mata, Apa yang Bisa Dilakukan

sumber foto : idntimes.com

Gas air mata memiliki sifat iritan yang bisa mengiritasi membran mukosa tubuh. Kulit, mulut, tenggorokan, paru-paru, saluran pencernaan akan bereaksi jika sampai terpapar. Lalu bagaimana cara terbaik untuk menghindarinya?

Berusaha menghindar saat gas air mata ditembakkan adalah cara terbaik untuk menghindari efek-efek buruk paparannya. “Tutupi mata dan hidung dan segera mencari lokasi aman dengan aliran udara yang lancar,” saran ahli paru FK UNAIR, Isnin Anang Marhana, dr., SpP(K), FCCP, FIRS.

Jika sudah terpapar, menjauh dari sumber paparan. Kemudian segera buka baju untuk menghindari partikel gas air mata yang menempel pada baju. Jika ada segera bersihkan wajah dan tubuh menggunakan handuk lembab.

“Kemudian langsung aliri wajah dengan air atau sabun untuk mengurangi dosis paparan,” tambahnya.
Pasien yang mengalami sesak juga bisa diberikan bantuan oksigen.

Apabila ada luka pada kulit, mengaliri dengan NaCl atau air garam. Irigasi juga dilakukan pada mata dengan NaCl selama 10-20 menit. Fungsi larutan ini adalah mengikat partikel dalam gas air mata dan membuangnya Bersama aliran NaCL.

Bila banyak partikel yang menempel, dapat dilakukan suctioning atau penyedotan. Pun jika sampai ada bronkospasme bisa diberikan beta-agonis dan steroid.

“Dua hal ini bisa ini dilakukan oleh medis,” tukasnya.

Dokter Isnin menyebutkan, masker bedah pada umumnya tidak bisa mencegah paparan gas air mata. Hal ini karena partikel gas air mata lebih kecil dibandingkan kemampuan masker untuk memfiltrasinya. Namun masker tertentu seperti N95 atau masker khusus unttuk gas air mata bisa menghindari paparan. (ISM)