April 19, 2024

Sukseskan Deteksi Dini Atresia Bilier di Pulau Kangean, Madura

Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr SoetomoFK UNAIR, Surabaya bekerja sama dengan RSUD Abuya dan Puskesmas Arjasa di Pulau Kangean, Sumenep, Madura mengadakan sosialisasi deteksi dini atresia bilier pada Kamis 18 April 2024 di Puskesmas Arjasa. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh para tenaga kesehatan di Puskesmas Arjasa, yang terdiri dari dokter, bidan, dan perawat. Sosialisasi deteksi dini atresia bilier adalah merupakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo – FK UNAIR, Surabaya.

“Saat ini masih seringkali kita dapati keterlambatan rujukan pasien dengan atresia bilier padahal jika atresia bilier ditangani pada usia yang lebih muda, yaitu di bawah usia 2 bulan angka kesembuhannya cukup tinggi. Namun demikian seringkali kuning pada bayi dianggap hal yang normal walaupun bayi masih mengalami kuning pada usia diatas 2 minggu sehingga hanya disarankan untuk dijemur saja atau diberi minum yang cukup dan dikatakan akan sembuh sendiri. Namun ternyata, kuning pada bayi tidak kunjung membaik dan akhirnya pasien diketahui menderita atresia bilier. Oleh karena masih tingginya angka keterlambatan rujukan atresia bilier, kami mengadakan kegiatan sosialisasi terutama di daerah untuk mendeteksi lebih dini atresia bilier dan rujukan bisa segera dilakukan sehingga dapat dilakukan pengobatan dengan hasil yang optimal, ujar Dr. dr. Bagus Setyoboedi, SpA(K).

Selaku narasumber, dr. Rendi Aji Prihaningtyas, M.Ked.Klin, SpA menjelaskan bahwa jika didapatkan bayi masih kuning pada usia diatas 2 minggu direkomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan kadar bilirubin direk dan total pada darah untuk memastikan ada tidaknya kolestasis yang bisa terjadi pada atresia bilier. Jika didapatkan kadar bilirubin direk di atas 1 mg/dl, maka evaluasi lebih lanjut perlu dilakukan. Selain itu skrining atresia bilier juga dapat dilakukan dengan menggunakan kartu warna tinja. Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr Soetomo – FK UNAIR, Surabaya telah menciptakan kartu warna tinja “lokal” dengan tujuan untuk membantu skrining atresia bilier. Jika didapatkan bayi kuning dengan perubahan warna tinja semakin memudar dibandingkan pada saat awal setelah lahir, maka jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan kadar bilirubin direk dan total pada darah.  Jika didapatkan peningkatan kadar bilirubin direk maka rujukan lebih lanjut perlu dilakukan ke fasilitas yang bisa menangani atresia bilier.  Oleh karena itu, jangan menunggu warna tinja menjadi pucat seperti dempul karena proses keradangan pada saluran empedu membutuhkan waktu. Semakin cepat dideteksi maka pengobatan secara dini dapat dilakukan sehingga memberikan hasil yang optimal.

April 19, 2024 News