April 30, 2024

Sosialisasi Waspada dan Cegah Penularan Hepatitis B dari Ibu ke Bayi di Pulau Kangean

Hepatitis B adalah salah satu masalah kesehatan global utama dan merupakan penyebab kematian setiap tahun akibat penyakit hati kronis dan kanker hati/karsinoma hepatoseluler. Indonesia dianggap sebagai daerah endemis untuk hepatitis B, dengan prevalensi hepatitis B berkisar antara 2,5% hingga 10%. Di Jawa Timur sendiri, prevalensi hepatitis B bervariasi di setiap wilayah. Virus hepatitis B ditularkan melalui paparan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, seperti kontak seksual, penggunaan jarum suntik, dan transmisi dari ibu ke anak (transmisi vertikal).  Transmisi vertikal merupakan cara transmisi virus hepatitis B yang paling umum di daerah dengan prevalensi tinggi, terutama di Asia.

Bayi yang tertular infeksi virus hepatitis B saat lahir memiliki kemungkinan 90% terkena infeksi virus hepatitis B kronis dan risiko 15-25% meninggal akibat sirosis atau kanker hati saat dewasa. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita melakukan kewaspadaan dini dan mencegah penularan virus hepatitis B dari ibu ke bayi. Sosialisasi hepatitis B saat ini masih perlu digalakkan karena informasi tentang bahaya penularan hepatitis B dari ibu ke bayi belum sepenuhnya merata. Masih saja didapatkan kasus bayi dari ibu dengan hepatitis B yang tidak mendapatkan follow up, salah satunya karena orangtua menganggap anaknya sehat dan tidak perlu pemantauan selanjutnya.  Oleh karena itu, Dr. dr. Bagus Setyoboedi, SpA(K), dr, Sjamsul Arief, SpA(K), MARS, dan dr Rendi Aji Prihaningtyas, M.Ked.Klin, SpA dari Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. SoetomoFK UNAIR, Surabaya melakukan rangkaian kegiatan sosialisasi waspada dan cegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi ke Pulau Kangean. Kegiatan ini dilakukan di RSUD Abuya, Pulau Kangean, Kab Sumenep pada Kamis, 26 April 2024 dan diikuti tenaga kesehatan dari RSUD Abuya yang terdiri dari bidan, perawat, dan dokter umum.

Transmisi vertikal virus hepatitis B dapat dicegah dengan skrining pada ibu hamil untuk infeksi virus hepatitis B, pemberian immunoglobulin hepatitis B dan vaksin hepatitis B. Namun demikian, resiko penularan terutama di dalam kandungan masih dapat terjadi, sehingga follow-up bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B perlu dilakukan sampai dipastikan bayi tersebut bebas dari hepatitis B, ujar Dr. dr. Bagus Setyoboedi, SpA(K) sebagai narasumber.

April 30, 2024 News