April 5, 2024

Sosialisasi Deteksi Dini Atresia Bilier di RSUD Abuya, Pulau Kangean, Madura

dr. Rendi Aji Prihaningtyas, M.Ked.Klin, Sp.A, dokter spesialis anak dari Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. SoetomoFK UNAIR, Surabaya baru saja melakukan sosialisasi deteksi dini atresia bilier di RSUD Abuya, Pulau Kangean, Madura pada 5 April 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh para tenaga kesehatan di RSUD Abuya.  Pada sosialisasi ini, salah satunya dipaparkan tentang keterlambatan rujukan atresia bilier yang masih seringkali didapatkan. Padahal, jika atresia bilier ditangani secara dini, tingkat kesembuhannya cukup tinggi.

“Pada atresia bilier, terjadi gangguan aliran empedu sehingga merusak hati. Jika ditemukan sejak dini, sebelum usia 2 bulan, angka kesembuhannya cukup tinggi. Namun, seringkali masih kita dapati pasien berobat pada usia diatas 2-3 bulan sehingga sudah mengalami kerusakan hati. Oleh karena itu, tugas kami adalah melakukan sosialisasi seluas-luasnya, terutama di Jawa Timur agar deteksi dini atresia bilier dapat dilakukan dan menghindarkan pasien dari kebutuhan transplantasi hati”, ujar Dr. dr. Bagus Setyoboedi, SpA(K) selaku kepala divisi hepatologi, departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo – FK UNAIR yang juga turut dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut via zoom.

Atresia bilier masih menjadi masalah kesehatan di dunia hingga saat ini. Selain keterlambatan rujukan, tak sedikit pasien yang sudah menjalani operasi Kasai tetap membutuhkan transplantasi hati dikemudian hari. Oleh karena itu, peran serta seluruh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan primer untuk mendeteksi kuning yang tidak normal pada bayi atau kolestasis (peningkatan kadar bilirubin direk > 1 mg/dL) sangat dibutuhkan. Jika didapatkan bayi masih tetap kuning pada usia > 2 minggu (atau disebut dengan prolonged jaundice) atau diikuti perubahan warna tinja yang semakin memudar, maka direkomendasikan dilakukan pemeriksaan kadar bilirubin direk dan total untuk memastikan ada tidaknya kolestasis yang bisa menjadi tanda atresia bilier, ujar dr. Rendi Aji Prihaningtyas, M.Ked.Klin, Sp.A.