Januari 18, 2024

Profesor RSUD Dr. Soetomo Memberikan Edukasi Mengenai Penyakit Kusta dan Pencegahannya 

Pada tanggal 3 Februari 2023, Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.KK(K), FINSDV, FAADV memberikan edukasi secara eksklusif melalui channel youtube Dokter UNAIR TV mengenai penyakit kusta. Kegiatan ini dipandu oleh salah satu staf pengajar Departemen Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya, yaitu Dr. Medhi Denisa Alinda,dr.,SpKK,FINSDV. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia yang jatuh pada minggu ke-4 bulan Januari. Perayaan hari kusta ini bertujuan untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat mengenai penyakit kusta dan pentingnya eradikasi penularan dan stigma di masyarakat. 

Penyakit kusta atau lepra merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Berdasarkan prinsip epidemiologi, penularan suatu penyakit dipengaruhi oleh interaksi antara host-agent-environment di lingkungan setempat.  Kusta menular secara pernafasan tapi membutuhkan waktu lama, harus ada kontak erat dan berlangsung secara terus-menerus serta manusia yang tertular memiliki kerentanan untuk tertular, seperti sistem imun yg turun.

Kusta ditandai dengan adanya gejala cardinal sign antara lain adanya bercak berwarna putih atau merah yang tidak berasa seperti gatal dan nyeri serta ditemukan bakteri basil tahan asam atau M leprae. Pada dasarnya kusta menyerang saraf tepi sehingga ada 3 komponen saraf yg terlibat, yaitu sensoris, motorik dan otonom. Infeksi kusta pada saraf motorik menyebabkan mati rasa, infeksi pada saraf motorik menyebabkan kelemahan dan saraf otonom menyebabkan daerah tersebut sulit untuk berkeringat. 

Jika seseorang sudah terkena kusta, hal pertama yang harus dilakukan adalah menegakkan diagnosis  berdasarkan cardinal sign. Selanjutnya dilakukan pengobatan pada kusta. Pengobatan dibagi menjadi 2 berdasarkan tipe kusta, antara lain kusta pausi basiler (kusta kering) dan kusta multi basiler (kusta basah) yang berbeda secara durasi dan regimen pengobatannya. Selain edukasi kepada pasien untuk bertahan saat pengobatan karena membutuhkan waktu yang lama. 

Untuk mencegah penyakit kusta, Profesor Cita menyatakan hal yang bisa kita usahakan adalah mengelola environment dan host agar tidak mendukung adanya penularan. Hal itu bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menjaga kesehatan tubuh dengan mengembalikan regulasi pertahanan tubuh.

editor: Ovin Nada Saputri