Desember 21, 2021

Prestasi Residen Fakultas Kedokteran UNAIR di Kongres Dunia World Meeting on Sexual Medicine (WMSM) 2021

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali mengirimkan putra terbaiknya untuk presentasi di tingkat Internasional. Dari ratusan abstrak dan peserta dari berbagai negara, Yudhistira Pradnyan Kloping berhasil menembus 50 besar dan terpilih untuk presentasi pada World Meeting on Sexual Medicine (WMSM) 2021 ke-22 yang dilaksanakan pada 19-21 November 2021.  Acara tersebut dilaksanakan oleh The International Society for Sexual Medicine (ISSM), merupakan organisasi dunia yang berdiri sejak tahun 1982 dan berorientasi pada seluruh bidang seksualitas manusia.

“Studi meta-analisis ini mengevaluasi penggunan teknik seksual untuk mengeluarkan batu ureter bagian distal. batu dengan ukuran kurang dari 10 mm bisa dikeluarkan secara spontan melalui koitus atau masturbasi. Hasilnya signifikan, persentase ekspulsi batu lebih tinggi pada minggu ke- 2 dan 4 dengan waktu ekspulsi yang lebih singkat dibandingkan kelompok kontrol” Jelas dokter Yudhistira Pradnyan Kloping.

Dengan penelitian berjudul “Pleasurable ways to spontaneously expulse distal ureteral stones: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials” selain bersama Tim dan pembimbing dari Indonesia yaitu dr. Furqan Hidayatullah, dr. Zakaria Aulia Rahman, serta Dr. Lukman HakimSp.U(K), MARS, PhD, penelitian ini juga berkolaborasi dengan Prof. Eric Chung berasal dari Princess Alexandra Hospital, University of Queensland.

“Pengalaman menarik karena saya melakukan presentasi ditengah kewajiban karantina. Ternyata internet hotel tidak cukup memadai untuk masuk ke dalam aplikasi meeting. Sehingga saya hanya mengandalkan tethering dan berharap tidak ada telfon masuk ditengah presentasi agar signal tidak terganggu” cerita dr. Yudhistira yang harus menjalani karatina sepulang melakukan presentasi di Dubai.

Yudhistira berharap penelitian ini kedepanya bisa menjadi pedoman yang digunakan dalam praktik sehari-hari agar bermanfaat untuk masyarakat luas. Diharapkan kepada sejawat kedokteran dan seluruh mahasiswa untuk berani berprestasi di tingkat Internasional. Jangan pernah takut untuk mencoba karena akan selalu ada “first time for everything” di hidup kita. Bukan perihal hasil, tetapi bagaimana kita berjuang untuk terus maju, tumbuh, dan berkembang.

Penulis: Dinda Dwi Pratiwi dan Pandit Bagus Tri Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *