Maret 7, 2024

PPDS Anak FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo Sosialisasikan Deteksi Dini dan Cegah Penularan Hepatitis B pada Anak di Pulau Bawean

Hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan di dunia, terutama di Indonesia terkait kronisitas dan progresivitas penyakit. Semakin muda usia seseorang terinfeksi virus hepatitis B, maka risiko menjadi kronis akan semakin besar. Infeksi virus hepatitis B kronis dianggap sebagai penyebab terjadinya kematian dini seseorang akibat sirosis dan kanker hati primer.

Saat ini, pemberian imunisasi hepatitis B pada semua kelompok umur, termasuk bayi baru lahir adalah suatu upaya melindungi tubuh dari infeksi virus hepatitis B dan mencegah terjadinya penularan penyakit. Namun demikian, angka kejadian hepatitis B kronis pada anak masih cukup tinggi. Melihat dari fenomena yang ada, kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dilakukan oleh Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. SoetomoFK UNAIR, Surabaya dengan tema “Deteksi Dini dan Cegah Penularan Hepatitis B pada Anak” di Pulau Bawean, Gresik.

“Masih cukup banyak kita dapatkan anak dengan hepatitis B kronis. Selain itu, selama ini dari lapangan kita dapatkan bahwa tidak semua anak yang lahir dari ibu dengan hepatitis B senantiasa mendapatkan pemantauan kesehatan tentang status hepatitis B-nya, kadang kala orang tua tidak membawa anaknya periksa padahal sudah dirujuk. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap hepatitis B pada anak meningkat dan tidak menganggap remeh hepatitis B kronis pada anak”, ujar Dr. dr. Bagus Setyoboedi, SpA(K).

Sosialisasi Hepatitis B pada Anak di Pulau Bawean ini diikuti oleh orang tua dan guru di TK Ummar Mas’ud dan UPT SD Negeri 347 di Pulau Bawean, Gresik, pada tanggal 6-7 Maret 2024. “Anak yang terinfeksi virus hepatitis B pada umumnya tidak begejala, namun infeksi hepatitis B kronis dapat terjadi pada anak yang lahir dari ibu dengan hepatitis B. Hepatitis B kronis dapat menyebabkan sirosis hati dan kanker hati di kemudian hari, biasanya pada saat remaja hingga dewasa. Oleh karena itu, deteksi dini dan cegah penularan hepatitis B adalah hal terbaik yang bisa dilakukan!,”  ujar dr Arini Haq selaku narasumber, yang saat ini sedang menjalani PPDS-1 Ilmu Kesehatan Anak di FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.