November 30, 2023

Posyandu Balita tentang Pneumonia pada Balita, Kolaborasi Dokter Muda FK UNAIR dan Puskesmas Krembangan Selatan

Pada hari Senin, 20 Agustus 2023 di Posyandu Balita Melati 4 Pahlawan DKA, Pukul 09.00 – 11.00 WIB, dan pada hari Rabu, 22 Agustus 2023 di ruang aula Puskesmas Krembangan Selatan, Pukul 09.00 – 11.00 WIB dilakukan penyuluhan mengenai Pneumonia pada Balita di Puskesmas Krembangan selatan, Surabaya.

Penyuluhan dilakukan oleh dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat-Kedokteran Pencegahan (IKM-KP) Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga Dr. Sulistiawati., dr., M.Kes bersama Dokter Muda Kepaniteraan Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (IKM-KP) yang terdiri dari: Maftuhatur Rizkiyah Putri, Tamma Nisrina Lutfi, I Made Agus Dwipayana, Alivery Raihanada Armando, Hammam Izza Rofiqi, Fasha Rudilla Putri dan  Dini Zulfatus Saniyah.

Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan akut umum yang menyerang alveoli dan saluran udara bagian distal. Pneumonia merupakan masalah kesehatan utama dan berhubungan dengan tingginya angka kesakitan serta kematian jangka pendek dan jangka panjang pada semua kelompok umur di seluruh dunia. Secara global, pneumonia merupakan penyebab kematian terbanyak pada anak dibawah 5 tahun. Angka kematian balita akibat pneumonia mencapai angka 14% dari seluruh kematian dengan jumlah kematian 740.180 anak pada tahun 2019 di dunia (WHO, 2022). Kematian akibat pneumonia tidak hanya banyak terjadi pada balita. Pneumonia juga menjadi penyebab kematian neonatal tertinggi, yang pada tahun 2021 sebesar 14,4% dari seluruh kematian neonatus disebabkan oleh pneumonia (Kemenkes, 2021). Pneumonia di Jawa timur merupakan provinsi dengan cakupan penemuan pneumonia yang tertinggi (50,0%) di Indonesia (Kemenkes, 2021). Kejadian pneumonia berat yang menyebabkan kematian juga rentan terjadi di negara berkembang terutama Indonesia karena kurangnya pengetahuan keluarga menjadi salah satu faktor risiko terjadinya severe pneumonia pada anak dibawah 5 tahun disamping daripada faktor-faktor lain yang juga ikut berpengaruh seperti paparan asap rokok, memasak, asap kayu bakar, ASI tidak eksklusif, dan tidak divaksinasi (Sutriana et al, 2021). Kurangnya pengetahuan keluarga menjadi fokus utama intervensi dari program penyuluhan ini.

Kegiatan penyampaian materi penyuluhan dilakukan dengan menggunakan leaflet. Sebelum dan sesudah pemaparan penyuluhan, peserta dibagikan pre-test dan post-test sebagai sumber data penyuluhan. Setelah pemaparan materi selesai, acara diakhiri dengan kuis singkat yang memberikan hadiah kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya.