Juni 14, 2024

Pentingnya Nutrisi pada Anak dengan HIV: PPDS Sp1 Ilmu Kesehatan Anak pada Best Free E-Poster Presentation

Acara ilmiah 7th Hybrid Indonesian Pediatric Nutrition & Metabolic Disease Update atau NUTRIMET digelar dengan tema “Nutrition and Metabolic Care in Children: Exploring Evidence and Best Practices for Better Future pada hari Kamis-Sabtu, 2-4 Mei 2024 di Crowne Plaza Hotel, Bandung. Banyaknya pemberitaan di media dan opini yang berkembang belakangan ini mengenai nutrisi dan metabolisme, telah menimbulkan polemik di kalangan masyarakat sehingga tantangan dalam menetapkan basis bukti ilmiah dalam hal nutrisi masih seringkali ditemui. Kesadaran tentang nutrisi dalam praktik sehari-hari diperlukan terutama untuk mengedukasi masyarakat dan mencapai hasil yang optimal dan efektif. Pada NUTRIMET 2024 ini, PPDS Sp1 Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIRRSUD Dr. Soetomo, Surabaya ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah.

dr. Raissa Virgy Rianda dan dr. Adelia Lavenialita Hermanto yang saat ini menempuh PPDS Sp1 Ilmu Kesehatan Anak, FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo, Surabaya mengusung judul “Status Nutrisi dan Outcome Virologi Anak dengan HIV”. “Malnutrisi merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap buruknya outcome ART (Antiretroviral) yang efektif pada infeksi HIV. Disisi lain, malnutrisi seringkali ditemukan pada anak dengan HIV, dan mayoritas adalah severe malnutrition. Pada studi ini ditemukan hubungan signifikan antara CD4, viral load dengan status gizi anak dengan HIV”, pungkas dr. Raissa Virgy Rianda yang berhasil membawa pulang Certificate of Award Best Free E-Poster Presentation pada Nutrimet 2024.

Menurut dr. Adelia Lavenialita Hermanto, infeksi HIV, juga sebaliknya akan mempersulit perawatan anak yang mengalami malnutrisi berat. Infeksi yang bertumpuk ini membuat para dokter dihadapkan pada tantangan kesehatan yang cukup besar. Meskipun perawatan anak kurang gizi yang tidak terinfeksi HIV semakin membaik, namun perawatan anak kurang gizi dengan HIV masih menjadi masalah kesehatan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut masih terus diperlukan untuk meningkatkan luaran anak dengan HIV.