November 13, 2023

Peningkatan Pengetahuan dan Pemberdayaan Kader Kesehatan PITASIDIA tentang Pemanfaatan Tanaman Obat pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi di Banyuwangi

Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus semakin menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data kesehatan terkini, kedua penyakit ini terus meningkat prevalensinya dan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Kedua penyakit ini seringkali terkait satu sama lain, di mana penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan hipertensi, dan sebaliknya. Keduanya juga dapat dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat, seperti konsumsi makanan tinggi gula dan garam, serta kurangnya olahraga.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga kesehatan nasional terus mengkampanyekan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan manajemen penyakit ini. Edukasi masyarakat tentang gaya hidup sehat, pola makan seimbang, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi kunci dalam menangani masalah ini.

Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) bekerjasama dengan Kader Kesehatan PITASIDIA (Perduli Penderita Hipertensi Dan Diabetes ) mengadakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat pada tanggal 8 Juli 2023. Tujuan Program Kemitraan ini adalah untuk memberdayakan kader Kesehatan PITASIDIA (Peduli Penderita Hipertensi dan Diabetes) di desa Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.

Acara ini melibatkan 50  kader kesehatan PITASIDIA dan Tim Pengmas  berjumlah 20 orang dari Dosen, Mahasiswa, dan Tenaga KEpendidikan.  Kegiatan dimulai dengan seminar kesehatan yang dihadiri oleh kader PITASIDIA. Dalam seminar tersebut, para kader PITASIDIA diberikan penjelasan  informasi seputar gejala, pengelolaan, dan pencegahan Diabetes Melitus dan Hipertensi. Mereka juga diperkenalkan tanaman obat yang dapat membantu dalam mengatasi masalah kesehatan tersebut, serta cara mengolahnya dengan benar, juga edukasi dan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif dalam pengelolaan penyakit tersebut.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari kader kesehatan Desa Singotrunan, yang antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka merasa terbantu dan diberdayakan dengan pengetahuan baru yang diberikan oleh Tim Pengmas Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Dasar FK UNAIR .

Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya untuk melakukan upaya serupa dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan memanfaatkan potensi alam untuk mendukung kesehatan secara holistik.

 Tim Pengmas Prodi Magister IKD FK UNAIR