Desember 5, 2023

Pengmas Penyuluhan Stunting FK UNAIR dan Erasmus University di Banyuwangi

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia  Nomor 72 Tahun 2021, stunting adalah suatu kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar.  Standar Panjang atau tinggi badan tersebut ditetapkan Kemenkes yaitu nilai z-scorenya < -2.00 SD (disebut stunted) atau < -3.00 SD (disebut severely stunted). Hal tersebut terjadi karena asupan gizi yang diperoleh saat 1000 hari pertama kehidupan (terhitung mulai dari dalam kandungan sampai anak tersebut berusia 2 tahun, sehingga anak tersebut mengalami kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat ketidakcukupan nutrisi dalam jangka waktu lama.

Selain pemenuhan nutrisi yang kurang, pola asuh yang tidak tepat akibat kurangnya pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, buruknya hygiene dan sanitasi lingkungan tempat tinggal (air bersih, makanan, peralatan makanan dan minuman, sarana MCK, dll) dan keterbatasan akses ibu hamil, menyusui dan balita ke layanan kesehatan  juga dapat berakibat masalah stunting pada anak.  Anak stunting biasanya juga mengalami gangguan perkembangan otak dan tidak optimalnya sistem pertahanan tubuh, sehingga sangat penting mencegah agar tidak ada lagi anak stunting di Indonesia.

Menurut data Puskesmas Wongsorejo, Banyuwangi, jumlah anak dengan stunting di Desa Alasbuluh adalah tertinggi dibanding desa lainnya. Untuk itulah Desa Alasbuluh bersama dengan Puskesmas Wongsorejo mengadakan program inovatif yaitu mengentaskan Stunting dengan memelihara kambing Etawa yang dapat memproduksi susu. Susu kambing etawa dikenal mempunyai karakteristik kaya gizi dan protein serta tidak / jarang menyebabkan timbulnya reaksi alergi susu (seperti susu sapi), sehingga lebih aman dan dapat diterima secara luas sebagai susu untuk calon ibu, ibu menyusui, ibu hamil dan anak setelah berumur lebih dari 1 tahun.

Untuk melengkapi upaya mencegah terjadinya stunting pada anak di Desa tersebut, kami Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) FK Unair (2 orang) bersama-sama dengan 5 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Erasmus University (Rotterdam) memberikan edukasi (penyuluhan) pada ibu balita di Desa Alasbuluh. Adapun Tim Pengmas kami terdiri dari dr. Linda Dewanti, M.Kes., MHSc., Ph.D, Dr., Sulistiawati, dr., M.Kes, Noura Ahrui, Rana Fawzy, Salma Bouchnafi Boujaid, Eman Boujaid, Angelique Wu.

Acara ini adalah rangkaian acara pengmas 24-26 Oktober 2023, dengan Kerjasama Puskesmas Wongsorejo. Kabupaten Banyuwangi. Seluruh Kader dan Ibu yang mempunyai balita diundang dan diberi penyuluhan dengan menggunakan poster-poster tentang “Ayo cegah Stunting”.