Desember 5, 2023

Pengmas Internasional FK UNAIR dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Pencegahan Deteksi Dini DBD

Dalam rangka kegiatan Pengabdian masyarakat antara Universitas Airlangga dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), maka bentuk kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Unair (FK UNAIR) mengambil topik pencegahan dan deteksi dini DBD di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Agustus 2023, di Kangkar Pulai, Johor Baru, Malaysia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah untuk mempromosikan tentang program pencegahan, dan sosialisasi deteksi dini Demam Berdarah Dengue (DBD) pada warga flat Kenari, Selangor, Malaysia. Dalam kegiatan tersebut, tim Fakultas Kedokteran UNAIR berjumlah 2 orang, yaitu Dr. Sulistiawati., dr., M.Kes dan Martha Kurnia Kusumawardani., dr., Sp.KFR.

Virus dengue adalah agen penyebab demam berdarah dengue (DBD) dan Dengue shock syndrome (DSS) yang berpotensi mengancam jiwa. Virus tersebut ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Di Malaysia pada tahun 2020, jumlah kumulatif kasus demam berdarah dilaporkan sebanyak 90.304 kasus dengan 145 kematian. Jumlah kumulatif 26.365 kasus demam berdarah (penurunan 70,8% dari tahun 2020) dengan 20 kematian telah dilaporkan pada tahun 2021 (penurunan 86,2% dari tahun 2020). Namun, jumlahnya pada tahun 2023 kembali meningkat. Manifestasi klinis berkisar dari penyakit demam ringan hingga demam berdarah berat yang ditandai dengan kebocoran plasma, kecenderungan perdarahan, kegagalan organ, syok, dan kematian. Tingkat kematian sekitar 0,1% hingga 1% pada kasus rawat inap.

Pencegahan dan pengendalian DBD didasarkan pada program pengendalian vektor nyamuk dan Kesehatan lingkungan di masyarakat. Oleh karena itu, selain strategi pengendalian vektor dan pengelolaan lingkungan, maka diperlukan juga strategi deteksi dini gejala DBD secara umum oleh orang awam sehingga dapat mengurangi resiko komplikasi yang berat.