November 27, 2021

Pelayanan Kesehatan dan Pelatihan Skill Basic Life Support bagi Masyarakat Gili Genting oleh Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA)

Berangkat dari Pelabuhan Kalimas Surabaya, pelayaran bertemakan MARCO-19 (Madura Sadar COVID-19) oleh Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga mengunjungi 12 kepulauan dimana salah satunya adalah Pulau Gili Genting. Dengan jargon “Mengarungi Samudera, Menyelamatkan Anak Bangsa”, pelan tapi pasti kapal bergerak menuju kepulauan Madura.

Setelah berlabuh di dekat dermaga, tim gabungan melakukan kegiatan Pulau Gili Genting pada tanggal 28-29 September 2021. Kegiatan di Pulau tersebut bukan hanya perihal Vaksinasi namun juga dilaksanakan Pelatihan Basic Life Support dan Pelayanan Kesehatan Terbatas oleh para tim gabungan. Salah satu yang paling menarik adalah kegiatan Basic Life Support.

Basic Life Support merupakan suatu usaha awal yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi pernafasan serta sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung. Pertolongan pertama ini dapat dilakukan oleh semua orang termasuk orang awam.

“Peralatan Basic Life Support di Pulau Gili Genting sudah jauh lebih lengkap dibandingkan pulau-pulau lainya. Diharapkan Masyarakat akan tertarik dan mendapatkan ilmu serta bisa bermanfaat karena tidak mudah mendapatkan akses kesehatan disini” jelas Dokter Sandhilino salah satu relawan RSTKA pada kegiatan MARCO19.

Koordinasi lintas sektor sebelum pelayanan Kesehatan dan pelatihan BLS

Namun dibalik peralatan yang penting diperlukan pula kemampuan yang mumpuni dari tenaga Kesehatan. Kemampuan ini diperoleh dengan cara pelatihan tenaga Kesehatan secara rutin. Sayangnya masalah geografis membuat pelatihan BLS untuk tenaga Kesehatan di Pulau Gili Genting terkendala secara signifikan. Bayangkan untuk ikut pelatihan saja harus menyeberang ke daratan utama Madura, belum waktu, biaya transportasi dan pelatihan.

Hal ini lah yang dicoba diselesaikan oleh tim gabungan MARCO-19 yang terdiri dari staf pengajar, mahasiswa dan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Staff pengajar dan Alumni yang terlibat adalah dr Akhyar Sp.An, dr Agus Sp.B, dr Timang (PPDS Obsgyn), dr Erwin (PPDS Bedah), dr Radin (PPDS Bedah) dan dr Pirhot (PPDS Anastesi). Sedangkan Alumni FK UNAIR yang turut serta dr Sherly Yolanda, dr Pandit Bagus, dr Sandilino Putra, dr Neisya Intan, dr Erlyta Zulfaizah, dr Siti Nurul, dr Faradila Budi dan dr Kadek Dhanya.

Pelatihan BLS diikuti oleh sekitar 24 orang tenaga Kesehatan, dan beberapa perwakilan lintas sektor. Pelatihan dilakukan di Puskesmas Gili Genting dengan dua sesi, yaitu materi utama dan workshop. Materi utama dipandu oleh dr. Akhyar Sp.An dan dr Pirhot dalam kelas besar. Setelah sesi tanya jawab dalam materi utama, peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk menjalani workshop.

Masing-masing kelompok akan memiliki 2 instruktur dan 1 manekin. Peserta diberikan kasus yang diselesaikan bersama per kelompok dan akan dievaluasi oleh instruktur BLS. Demi memastikan semua peserta dalam satu kelompok mendapatkan giliran, waktu workshop dibuat relatif lama. Peserta mengaku senang mendapatkan pelatihan langsung dari ahli emergensi di Puskesmas Gili Genting.

Selain melakukan pelatihan Basic Life Support, Relawan RSTKA pada kegiatan MARCO19 di Gili Genting juga melaksanakan pelayanan kesehatan terbatas pada hari kedua 29 September 2021. Pelayanan kesehatan diberikan tenaga medis yang terdiri dari Dokter spesialis obgyn, anastesi, bedah, perawat, dan apoteker. Kasus yang paling banyak ditemukan adalah Lipoma. Terdapat 30 kasus lipoma di Pulau Gili Genting. Berbagai macam kasus juga ditemukan, seperti atheroma, hernia, kista ganglion, bahkan terdapat kasus limfadinitis Tuberculosis.

Dokter Dila (relawan RSTKA) melengkapi data skrining pasien

Gili Genting mempunyai keindahan alam yang luar biasa bahkan dikatakan hampir seperti Bali. Diharapkan angka kesembuhan dan vaksinasi terus meningkat serta pandemik bisa segera berlalu sehingga roda perekonomian di sector wisata Gili Genting bisa bergerak kembali dan masyarakat bisa beraktifitas.

Diharapkan pelatihan BLS dan pelayanan Kesehatan oleh tim gabungan memberikan peningkatan kualitas layanan Kesehatan di Gili Genting.

Penulis: Dinda Dwi Pratiwi dan Pandit Bagus Tri Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *