Februari 27, 2022

Pakar Pulmonologi FK Unair Edukasi Penularan Omicron

SURABAYA – Setelah varian Alfa, Beta dan Delta, kini muncul lagi varian baru Covid-19 yakni Omicron. Varian ini disebutkan tidak menimbulkan gejala berat dibandingkan varian sebelumnya. Namun penularannya lebih cepat. Satu orang bisa menularkan virus ke 8 hingga 15 orang. Tiga kali dari varian sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh staf pengajar FK Unair-RSUD Dr. Soetomo, dr Isnin Anang Marhana, SpP (K), FCCP. “Omicron ini juga termasuk salah satu mutasi dari Virus SARS-Cov 2 atau Corona Virus. Mutasi virus ini sebenarnya mekanisme virus untuk bertahan hidup. Alhamdulillah mutasi yang sekarang tidak terlalu berat dari segi klinis,” terangnya dalam tayangan perdana Dokter Unair TV, 26 Februari 2022.

Ringannya gejala Covid-19 Varian Omicron ini juga tidak lepas dari antibodi masyarakat yang sudah terbentuk setelah mendapatkan vaksinasi. Harapannya ke depan gejala dan kejadiannya terus menurun dan COVID-19 sudah menurun dan diperlakukan layaknya flu biasa. Varian ini bisa terdeteksi dengan melakukan swab PCR.

Kapan Perlu Swab

Gejala Varian Omicron tidak jauh berbeda dengan gejala varian lain. Seperti demam, batuk, anosmia. Namun dalam Omicron ada beberapa gejala yang bisa dijadikan penanda. Menurut data yang ada, gejala Varian Omicron yang khas ini adalah batuk tinggi sebesar 89 persen. Badan capek-capek sebesar 65 persen dan hidung tersumbat.

“Ketika kita mengalami keluhan batuk, hidung mbeler, badan capek plus ada riwayat kontak, ada baiknya kita lakukan pemeriksaan swab karena kembali lagi daya transmisi dari omicron ini tinggi, ” tuturnya.

Kendati demikian, pada kelompok tertentu varian ini juga menyebabkan gejala berat. Misalnya pada lansia, pasien dengan daya tahan tubuh yang turun seperti pada pasien yang gagal ginjal dan tumor. Apalagi kelompok tersebut belum vaksin.

Siapa yang Boleh Isoman

Pasien Omicron dibedakan menjadi empat. Pasien tanpa gejala, bergejala ringan, sedang dan kritis.  Untuk gejala ringan, pasien menunjukkan gejala-gejala di atas tanpa menurunkan saturasi oksigen pada udara ruangan. Sementara sedang sudah menunjukan gejala radang paru-paru akut atau pneumonia. Pada tahap ini, saturasi oksigen juga menurun pada suhu ruangan yakni di angka 93 persen. Sementara untuk yang berat jelas saturasi turun, gejala respirasi berat yang memerlukan intervensi medis.

“Pasien bisa isoman jika tanpa gejala, ringan dan sedang. Namun untuk gejala berat dan kritis langsung dirujuk ke rumah sakit,” paparnya.

Untuk saturasi oksigen sendiri dikatakan normal jika berada di angka 95 persen.

Pencegahan

Pencegahan terbaik agar tidak terpapar, virus COVID-19 Varian Omicron adalah berusaha agar virus  tidak masuk ke tubuh. Diantaranya dengan 5M. Menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dan menghindari makan bersama.

“Juga yang wajib adalah pelacakan kontak dan vaksin,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *