April 19, 2022

Olahraga Setelah Sahur, Bolehkah?

Salah satu cara menjaga tubuh tetap bugar selama bulan Ramadhan adalah dengan olahraga. Namun, pemilihan waktu olahraga juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan selama berpuasa. Pertanyaannya, apakah dalam kesehatan olahraga dianjurkan setelah sahur?

Dosen FK UNAIR, Dr. Lilik Herawati, dr., M. Kes tidak menganjurkan olahraga dilakukan setelah sahur. Hal ini karena tubuh memerlukan jeda untuk memproses makanan.

“Sebelum melakukan aktifitas fisik kita harus memberikan jeda pada lambung. Kenapa, karena langsung, makanannya tidak tercerna dengan sempurna dan malah memberikan rasa sakit di perut,” terangnya.

Terlebih, waktu antara setelah sahur dan berbuka masih belasan jam. Dikhawatirkan jika olahraga setelah sahur, tubuh mengalami penurunan energi dan dehidrasi. Padahal, selama puasa, tubuh memerlukan energi yang cukup untuk melakukan aktifitas selama seharian.

Lalu kapan waktu terbaik untuk berolahraga bagi orang berpuasa? Dosen Ilmu Kesehatan Olahraga FK UNAIR ini menjelaskan, berdasarkan literatur, ada beberapa waktu yang disarankan untuk berolahraga selama berpuasa.

Pertama adalah sebelum berbuka. Dengan catatan orang tersebut memahami kondisi tubuhnya sendiri. Jika dalam waktu itu sudah lemas, maka tidak perlu dipaksakan untuk berolahraga.

“Karena lemas biasanya datang dari dehidrasi. Kalau tubuh mengalami dehidrasi, rawan untuk kehilangan konsentrasi. Dikhawatirkan, jika tetap memaksakan olahraga bisa menyebabkan resiko cedera,” tambahnya.

Selanjutnya adalah setelah berbuka atau setelah tarawih. Ini baik karena tubuh sudah mendapatkan asupan energi dan air yang hilang selama berpuasa. Namun kembali lagi, dengan catatan, beri jeda antara makan dan olahraga.

Sementara itu, olahraga di siang hari apalagi di bawah terik matahari sebaiknya dihindari. Karena tubuh rawan dehidrasi. Yang dampaknya bisa membuat tubuh semakin lemas bahkan bisa mengalami pingsan.

Tips berolahraga aman selama berpuasa adalah dengan memperhatikan waktu, intensitas dan jenis olahraga. Seorang harus memahami, bagi yang sudah rutin berolahraga, maka selama puasa ini fokusnya adalah tetap rutin berolahraga untuk mempertahankan level yang dicapai yang secara langsung mempertahankan kebugaran dan kesehatan fisik.

“Dan selama puasa ada rumusnya, yaitu start slow, goes slow. Maksudnya jangan terlalu nggotot dan berlebihan untuk olahraga. Dan lakukanlah olahraga secara bertahap,” tambahnya.
Untuk intensitas, lakukan olahraga dengan intensitas rendah. Misalnya dengan jalan kaki, berjalan diatas treadmill, bersepeda maupun aerobic.

Terakhir Dokter Lilik berpesan, Ramadhan merupakan bulan yang special dan penuh rahmat. Maka dari itu umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah terutama ibadah sunnah. Untuk menopang ibadah tersebut, selain memenuhi nutrisi juga diperlukan olahraga. Tetap, dengan catatan tidak dipaksakan dan berlebihan

“Karena tujuannya adalah untuk mempertahankan. Mempertahankan apa yang kita dapat. jangan sampai sebaliknya, fisiknya turun karena kelelahan berolahraga yang malah membuat ibadahnya gak maksimal, “ tukasnya. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *