Januari 11, 2023

Mengenali Hernia Pada Anak

Tidak hanya pada orang dewasa, hernia juga bisa terjadi pada anak-anak. Gejala hernia pada pada anak-anak dengan dewasa sama. Kendati demikian, penyebabnya berbeda.

Dokter Spesialis Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Fransiska Kusumawidagdo, dr., Sp.BA(K) menjelaskan, hernia merupakan penonjolan organ yang seharusnya tidak terjadi. Hernia pada anak sendiri banyak jenisnya, salah satunya adalah hernia inguinalis.

“Bahasa umum dari Hernia Inguinalis adalah turun berok. Ditandai dengan benjolan di lipatan paha atau di kantong zakar,” paparnya dalam tayangan Dokter UNAIR TV edisi Jumat, 6 Januari 2023.

Pada anak-anak, hernia disebabkan karena lubang jalan turunnya buah zakar ke kantong skrotum tidak bisa menutup sempurna. Resiko ini terjadi pada bayi yang lahir prematur atau berat badan lahir yang rendah. Ini karena pembentukan organnya tidak sempurna.

Karena tidak bisa menutup, maka organ usus atau cairan dari organ dalam bisa masuk ke kantong zakar. Inilah yang menyebabkan timbulnya benjolan.

Benjolan karena hernia ini bisa terkadang nampak maupun tidak. Biasanya benjolan akan terlihat pada saat anak-anak menangis atau mengedan. Dan kembali hilang saat anak rileks. Orang tua bisa mengecek ada tidaknya hernia pada saat memandikan anak dan anak menangis.

Jika sudah diketahui, sebaiknya orang tua segera membawa anak ke dokter spesialis bedah anak untuk ditangani. Semakin cepat dibawa ke dokter, semakin cepat pula penanganannya. Sebaliknya semakin lama dibiarkan, maka bisa menyebabkan komplikasi.

“Hernia pada bayi sebaiknya dioperasi sejak dini karena beresiko terjadi jepitan. Organ yang terjepit lama beresiko tidak vital atau tidak bisa hidup,” paparnya.

Hernia pada anak semakin parah jika muncul beberapa gejala seperti kembung, muntah, kesulitan Buang Air Besar(BAB) dan buang angin, serta keluhan lain yg disebabkan sumbatan usus. Jika sudah terjadi kondisi ini, Tindakan medis perlu dilakukan segera

Hernia pada anak ini bisa disembuhkan melalui operasi. Pada bayi yang lahir premature, sebaiknya operasi dilakukan sesaat setelah keluar dari NICU.

“Gejala hernia yang diabaikan dan terlambat ditangani bisa menyebabkan pendarahan. Jika ini terjadi, salah satu organ yang terjepit bisa jadi tidak bisa dipertahankan lagi. Semakin lama tertangani, resiko komplikasi juga semakin besar karenanya PR nya semakin berat. Menangani hernianya juga menangani komplikasinya,” tukasnya. (ISM)