Januari 18, 2024

Mengatur Konsumsi Obat saat Berpuasa: Menyelami Tips dari Ahli Kesehatan

Dalam menghadapi bulan suci Ramadan yang akan segera tiba, pertanyaan seputar pengaturan konsumsi obat saat berpuasa menjadi topik yang menarik. Sebagai pembuka acara, Annetta d’Arqom, dr., M.Sc. Ph.D yang merupakan seorang staf pengajar Departemen Anatomi Histologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), menyampaikan pemahaman mendalamnya mengenai masalah ini. 

Sebelum memulai ibadah puasa, sangat penting untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama dokter yang menangani kondisi kesehatan Anda. Diskusikan rencana berpuasa dan ajukan pertanyaan terkait pengaturan jadwal dan dosis obat selama bulan Ramadan. Dokter dapat membantu menyesuaikan jadwal penggunaan obat sesuai dengan waktu sahur dan berbuka puasa. Hal ini membantu agar Anda tetap mendapatkan manfaat optimal dari obat tanpa mengganggu ibadah puasa. Mengingat berpuasa juga melibatkan menahan diri dari minum air, pastikan untuk menjaga kecukupan cairan saat berbuka. Minum air putih yang cukup dapat membantu proses metabolisme obat dalam tubuh dan mencegah dehidrasi.

Beberapa obat seperti tablet, kapsul, atau obat minum lainnya umumnya dapat diminum saat sahur atau berbuka puasa, selama sesuai dengan petunjuk dokter. Pastikan untuk tidak mengubah dosis atau jadwal tanpa persetujuan dokter. Jika obat yang Anda konsumsi seharusnya diminum bersama makanan, pertimbangkan untuk meminumnya sesaat sebelum berbuka puasa atau sesudah makan malam. Ini membantu menghindari potensi iritasi lambung.

Selama bulan puasa, perhatikan tubuh Anda dengan baik. Jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa atau kondisi kesehatan memburuk, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan saran lebih lanjut. Bagi penderita diabetes, perhatikan obat-obatan yang mengandung gula tambahan. Diskusikan dengan dokter mengenai alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan glikemik Anda.  Untuk obat-obatan seperti inhaler atau obat yang tidak dikonsumsi secara oral, pastikan Anda dapat menggunakan perangkat tersebut tanpa membatalkan puasa. Dokter akan memberikan panduan sesuai dengan kebutuhan medis Anda.

 “Sebaiknya, jangan mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Keberlanjutan konsumsi obat harus tetap diawasi oleh tenaga medis agar kesehatan tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai kondisi kesehatan masing-masing,” tutupnya.

Penulis : Kartika Devina Putri