Juli 20, 2022

Kunjungan Profesor Dari Leiden Belanda ke FK UNAIR

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menerima kunjungan profesor dari Belanda. Kunjungan ini berasal dari Prof. Jan MM van Lith dari Leiden University Medical Science (LUMC). Kedatangannya untuk penjajakan mengenai bentuk kerjasama yang potensial dikerjakan bersama.

Prof. Jan berharap, ke depan akan ada kerjasama yang sifatnya hoilistik dan kontinyu antara FK UNAIR dengan LUMC. Bukan sekadar saling mengirimkan student dan staf inbound di institusi masing-masing.

“Kami banyak menerima dosen dari Indonesia yang belajar di LUMC. Mereka kemudian mengajak mahasiswa-mahasiswanya ke kampus kami lalu bersama kami melakukan penelitian dan proyek bersama. Saya rasa ini kegiatan yang sangat baik,” terang Kepala Divisi 3 LUMC ini di Ruang Sidang C FK UNAIR, Selasa(19/07).

Ia menambahkan, banyak program perkuliahan yang ditawarkan di LUMC bagi mahasiswa asing. Mulai perkuliahan musim panas, kelas kecil dan kelas spesial. Tentunya kesempatan-kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh FK UNAIR.

Wakil Dekan II FK UNAIR, Dr. Hanik Badriyah Hidayati, dr., Sp.S(K) menambahkan, banyak hal yang bisa dikerjakan bersama. Salah satu yang terbaru FK UNAIR memiliki program double degree untuk jenjang S1. Di sini saja banyak hal yang bisa dikolaborasikan.

“Kita membutuhkan lima puluh persen pengajar dari luar negeri dan lima puluh persen dosen asing untuk memenuhi persyaratan dalam program ini. Tentu kami harapkan nantinya dosen dari LUMC juga bisa mengajar di FK UNAIR,” harapnya.

Pun program ini membuka peluang bagi mahasiswanya untuk mengambil kuliah selama beberapa semester di luar negeri. Sementara ini, FK UNAIR sudah menjalin kerjasama dengan Sidney University. Harapannya hal yang sama juga bisa dilakukan di LUMC.

Peluang menjadi adjunt professor di FK UNAIR juga ditawarkan oleh Dokter Hanik kepada para professor di FK UNAIR. Sehingga nantinya kerjasama holistik yang ditawarkan oleh Prof Jan dapat diwujudkan. Karena dengan itu kerjasama dalam tri dharma perguruan tinggi khususnya penelitian bisa dilakukan bersama.

“Kekuatan kami ada di data dengan jumlah penduduk Indonesia lebih dari 273 juta jiwa. Tentu banyak penelitian yang bisa dieksplorasi bersama,” tukas Dokter Hanik. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *