September 22, 2022

KPS dan Mahasiswa Prodi S1 Kedokteran FK UNAIR Melaksanakan Pengmas bersama untuk memberdayakan Masyarakat di Sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika adalah kawasan yang terus dikembangkan oleh pemerintah. Tentu saja, tempat tersebut  dinilai akan memiliki prospek yang sangat baik, terutama dalam kegiatan perekonomian. Berkembangnya Kawasan tersebut haruslah harus didukung oleh pengetahuan dan keterampilan yang optimal masyarakat di sekitarnya. Sampai saat ini, sinergi antara pengembangan KEK Mandalika dengan masyarakt sekitar perlu dikuatkan, peningkatan partisipasi aktif masyarakat penyanggah juga dibutuhkan sehingga mereka tidak hanya sebagai penonton dan mampu menjadi tuan rumah ditanah sendiri.

Hal tersebutlah yang menjadi mendasari mengapa KPS Prodi S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran Dr Purwo Sri Rejeki, dr, MKes menginisiasi kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Airlangga (UNAIR) di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan tersebut berfokus kepada pelestarian pijat tradisional melalui penguatan bidang kesehatan dan ekonomi. Acara yang menyasar karang taruna tersebut diselenggarakan pada Jumat (9/9/2022) dengan melibatkan mahasiswa Prodi S1 Kedokteran FK UNAIR Nabilah Izzatunnisa sebagai tim pelaksana.

“Pengetahuan dan keterampilan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bisa berperan serta aktif dan bisa turut bermain dalam kegiatan ekonomi KEK Mandalika,” ujar Dr Purwo sebagai inisiator dan ketua pengabdian kepada masyarakt

Kegiatan tersebut juga merupakan kolaborasi antara staf pengajar Fakultas Kedokteran, dua prodi Fakultas Vokasi dan staf pengajar Prodi S1 Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Maarif Hasyim Latif, Sidoarjo, Surabaya. Kegiatan ini juga didukung oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Terdapat beragam materi yang diberikan, seperti Fisiologi Dasar dan Fungsi Massage, Manajemen Pemasaran dan Aplikasi nya di Lingkar Mandalika, Manfaat Asuhan Mandiri akupressure untuk mengatasi masalah kesehatan ringan, Digital Marketing, hingga Hygiene & Sanitasi untuk Terapis Massage.

“Kami melatih 41 calon tenaga terapis yang kedepan akan kita  lanjutkan dengan kegiatan berikut nya semoga pemerintah bisa ikut serta mungkin dalam memfasilitasi sertifikasi kompetensi internasional mereka,” tambahnya.

Adapun tim Pengmas tersebut ialah, Dr Purwo Sri Rejeki dr M Kes sebagai ketua, Dr. Rahmat Yuliawan SE MM CHRM CPM Asia, Maya Septriana SSi Apt MSi, Eko Purwanto ST MM, Dwi Indah Puspita S Tr, Nabilah Izzatunnisa dan Faiq Amirul Hakim.

Selain itu, Purwo  berharap, UNAIR dapat menjadi mitra dan partner strategis bagi pemberdayaan masyarakat NTB, khususnya Kawasan Mandalika Lombok Tengah. Kegiatan yang terus berlanjut dan tidak parsial serta kemampuan warga yang mampu mengaplikasikan apa yang diberikan merupakan harapan semua.

Ke depan, banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Seperti isu SDGs yang perlu diedukasi sekaligus diaplikasikan, hingga masalah stunting. Mengingat, menurutnya, hasil temuan dilapangan, angka stunting cukup besar di kawasan tersebut.

“Semoga bisa menularkan kemampuan ini ke teman-teman lainnya dan terus bekerja sama bahu membahu membangun masyarakat NTB menjadi lebih maju dan SDM nya unggul,” tutupnya. (*Purwo SR)