Juni 12, 2024

Kartu Warna Tinja: Penting dikenalkan sejak dini pada orang tua!

Sosialisasi deteksi dini atresia bilier kali ini melibatkan masyarakat di Desa Sawah Laut, Dsn. Sawah Mulya, Kec. Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Minggu, 09 Juni 2024. Tak hanya pada tenaga kesehatan, “Kenali bayi kuning yang tidak normal, Jangan anggap remeh bayi kuning!” perlu disosialisasikan pada masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki bayi. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian masyakarat yang dilakukan oleh tim hepatologi anak, FK UNAIRRSUD Dr. Soetomo di Pulau Bawean, setelah Puskesmas Sangkapura.

Pada kegiatan sosialisasi ini, dr Arini Haq (PPDS Sp1 Ilmu Kesehatan Anak) memperkenalkan Kartu Warna Tinja “lokal” sebagai alat skirning atresia bilier yang mudah dan murah. Skrinig atresia bilier dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu pemeriksaan kadar bilirubin direk dan total dalam darah; dan kartu warna tinja. “Pada daerah dengan fasilitas kesehatan yang terbatas, tidak semua mampu melakukan pemeriksaan kadar bilirubin, sehingga harus dilakukan rujukan ke rumah sakit yang lebih besar, seringkali orang tua terbentur biaya dan sebagainya sehingga tidak berangkat. Oleh karena itu, dengan memperkenalkan kartu warna tinja “lokal” diharapkan dapat membantu melakukan deteksi dini atresia bilier dengan keterbatasan yang ada,” jelas dr. Arini Haq yang berasal dari Pulau Bawean. Kartu warna tinja ini dibagi menjadi 3 kategori, yaitu normal, waspada, dan tidak normal. Jika didapatkan bayi kuning dengan warna tinja pada kategori waspada dan tidak normal, maka evaluasi lebih lanjut seperti pemeriksaan kadar bilirubin harus segera dilakukan untuk memastikan ada tidaknya gangguan aliran empedu atau kolestasis yang bisa ditunjukkan dengan kadar bilirubin direk > 1 mg/dl.

Dengan sosialisasi dan penyebaran kartu warna tinja di masyakarat, diharapkan orang tua menjadi lebih waspada dan mampu melakukan pengamatan pada bayi kuning dan diharapkan rujukan bayi kuning dengan kecurigaan atresia bilier dapat dilakukan lebih dini sehingga memberikan hasil pengobatan yang optimal, pungkas Dr. dr. Bagus Setyoboedi, SpA(K) selaku konsultan gastrohepatologi anak di FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.