Desember 9, 2021

Harapan Lahir Dokter Di Pedalaman Madura

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Al Barkah, Pulau Sapeken, Sumenep, Madura, Rabu (8/12). Rombongan yang terdiri dari 55 guru dan siswa ini disambut di ruang kuliah Patologi Anatomi.

Kepala Pondok Pesantren Al Barkah, Ustad Syamsul Bahri menuturkan, kunjungannya ke FK UNAIR adalah untuk menumbuhkan motivasi dan harapan agar santrinya bisa menjadi dokter yang mengabdi di daerahnya kelak.

“Kami ini dari kepulauan terdalam di Sumenep. Selama ini belum ada santri kami yang menjadi dokter. Karenanya itulah yang mendorong kami untuk bersilaturahmi ke FK UNAIR” terangnya saat memberi sambutan.

Syamsul menceritakan, daerah asal para siswanya ini adalah pulau terdalam. Di mana untuk sampai ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dibutuhkan waktu 10 jam perjalanan laut. Dan untuk sampai ke rumah sakit di Sumenep, dibutuhkan perjalanan laut selama 14 jam.

“Maka tidak jarang, ya Qadarullah juga, banyak yang meninggal dalam perjalanan,” terangnya.

Kunjungan Pondok Pesantren Al Barkah di Ruang Kuliah Patologi Anatomi

Diskusi interaktif pun terjadi. Banyak siswa yang bertanya tentang kiat-kiat masuk di FK UNAIR serta beberapa alternatif jalur masuk yang bisa diikuti.

Ketua KIP dan Museum FK UNAIR (Humas), Dr. Reny I’tishom, S.Pi., M.Si menuturkan, putra daerah juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi dokter. Asalkan mau bersiap belajar lebih giat sejak Kelas 1 SMA. Ini karena persaingan melalui seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN cukup ketat.

“Namun bukan berarti tidak mungkin. Asalkan mau belajar lebih giat, maka akan tetap bisa masuk FK UNAIR,” terangnya.

Alternatif bagus lain untuk masuk di FK UNAIR adalah dengan jalur prestasi tahfid al Qur’an. Ini menjadi pilihan yang paling sesuai bagi lulusan pesantren dan pesaingnya tidak banyak.

Untuk biaya pun sama. Saat ini, putra daerah pun bisa menjadi dokter dengan memilih beasiswa yang ditawarkan pemerintah pusat maupun daerah.

“Misalnya dengan beasiswa bidikmisi dari pemerintah yang dari biaya kuliah hingga biaya hidup semua ditanggung. Sehingga tidak perlu khawatir akan beban biaya untuk masuk FK UNAIR asal mau berusaha,” tukasnya. (ISM)

Pemberian cenderamata oleh Kepala Pondok Pesantren Al Barkah Ustad Syamsul Bahri kepada Ketua KIP dan Museum Dr. Reny I’tishom, S.Pi., M.Si 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *