November 29, 2022

Founding Father Neurofisiologi FK Unair itu Telah Berpulang

Dalam Neurologi, ilmu neurofisiologi merupakan salah satu divisi yang dikenal cukup sulit dan memerlukan ketelitian tinggi dalam pemeriksaan. Neurofisiologi mememerlukan alat bantu diagnosis berupa EMG dan EEG, yang berguna untuk memeriksa aktivitas saraf tepi dan gelombang otak. Interpretasi dan ketajaman diagnosa sangat diperlukan. Prof. Djoenaidi Widjaja, dr. Ph.D, Sp.S(K), Sp.KJ, merupakan founding father neurofisiologi FK Unair. Beliau mendapatkan ilmu neurofisologi dari Belanda, dari negeri oranye tersebut kemudian beliau mengembangkannya di Surabaya.

Menurut dr. Mudjiani Basuki, Sp.S(K), ketua divisi neurofisologi FK Unair yang merasakan bimbingan Prof. Djoen, beliau sebagai sosok guru yang sangat dedikatif dan inspiratif. Beliau menekankan pentingnya pemeriksaan fisik neurologi yang dikenal sulit dan kompleks, kemudian membuat beberapa diagnosa banding yang tajam. Sehingga, tak jarang saat visite besar, beliau menunggu PPDS sampai sore hari untuk meyakinkan bahwa PPDS telah melakukan pemeriksaan dengan benar. Bahkan Dr. dr. Paulus Sugianto, Sp.S(K) menceritakan, beliau akan membawakan buku, jika PPDS masih belum memahami apa yang beliau jelaskan.

Generasi akhir PPDS neurologi awal tahun 2000-an mungkin masing beberapa kali bertemu beliau, walaupun sudah purna tugas. Dr. Muhammad Hamdan, dr.,Sp.S(K), sebagai kepala departemen neurologi saat ini,  menyaksikan bahwa beliau datang seminggu sekali untuk melakukan biopsi otot atau menjelaskan konsulan kasus-kasus sulit. Beliau dikenal tidak pernah segan berbagi ilmu, mau berdiskusi dengan argumentasi panjang. Saat masih sehat, sering menyapa murid-muridnya, untuk sekedar memberikan ucapan ulang tahun ataupun hari besar keagamaan.

Pada hari Minggu, 27 November 2022, pukul 10.45, beliau telah berpulang. Semoga dedikasi, ilmu pengetahuan dan usaha beliau untuk mengembangkan neurologi, khususnya neurofisiologi, tetap terpelihara dari generasi ke generasi. Selamat jalan Prof. Djoen, kami para murid, sejawat dan sahabatmu akan tetap mengenangmu sebagai guru dengan tauladan yang baik. (AFS)