April 14, 2022

FK UNAIR Visitasi ke RSPAD Gatot Soebroto Persiapan Kuliah Hybrid TNI

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) melakukan visitasi lapangan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (13/4). Kunjungan ini dalam rangka melihat kesiapan RSPAD dalam menjalankan program kuliah hybrid khusus dokter militer. Ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang dilakukan antara UNAIR dan TNI 4 Februari lalu.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) berharap, melalui kunjungan ini bisa diketahui seberapa siap RSPAD Gatot Soebroto menjadi wahana belajar PPDS militer. Kesiapan ini meliputi fasilitas maupun SDM yang ada.

“Visitasi ini perlu dilakukan untuk melihat kondisi lapangan untuk kemudian menentukan bagian mana saja yang perlu disesuaikan,” jelas dekan.

Maksudnya, meskipun nantinya pendidikan PPDS ini akan disebar di rumah sakit TNI, namun standar dan kualitas pendidikan tetap harus disesuaikan dengan standar yang diterapkan FK UNAIR. Sehingga nantinya kualitas lulusannya pun baik.

Kedatangan Dekanar FK UNAIR dan rombongan disambut baik oleh Panglima TNI

Dalam hal ini, dekan membawa serta sembilan Koordinator Program Studi (KPS) beserta kolegium untuk melakukan visitasi di departemen masing-masing. Antara lain KPS ilmu bedah, bedah saraf, anestesi dan reanimasi serta pediatri. Selain itu juga ada Obstetri dan Ginekologi, Radiologi, Kardiologi dan Bedah Vaskular, Ilmu Penyakit Dalam dan Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik.

Tak hanya itu saja, Dekan mengajak serta ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), Prof.DR.Dr.David S. Perdanakusuma,Sp.BP(K). Prof David sendiri mendukung penuh program kuliah hybrid ini. Apalagi, ini sudah lama menjadi wacana MKKI dengan FK UNAIR.

Dekan yang juga akrab disapa Prof Bus ini berharap, melalui visitasi ini, segera dilakukan evaluasi dan penyempurnaan. Harapannya agar programpendidikan hybrid untuk dokter TNI ini bisa dapat segera terlaksana. Dengan begini FK UNAIR bersama TNI bisa membantu pemerintah memeratakan tenaga dokter spesialis di Indonesia.

Dekan dan Wakil Dekan I bersama Direktur RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal TNI Dr. dr. Albertus Budi Sulistya, Sp.THT-KL., M.A.R.S

Direktur RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal TNI Dr. dr. Albertus Budi Sulistya, Sp.THT-KL., M.A.R.S juga menambahkan, dengan adanya program ini, juga akan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit militer yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

“Dengan kerjasama pendidikan ini, kami berharap distribusi dokter spesialis di Indonesia bisa lebih merata,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, UNAIR dan TNI menandatangani MoU tentang pendidikan hybrid untuk dokter TNI. Pendidikan hybrid ini maksudnya semua standar akademis mulai dari penerimaan, kurikulum, kompetensi dan kriteria kelulusan mengikuti standar yang ditetapkan FK UNAIR. Hanya saja proses pendidikannya tidak dilakukan layaknya PPDS pada umumnya di rumah sakit pendidikan utama FK UNAIR, namun di beberapa rumah sakit milik TNI.

Sementara ini ada tiga rumah sakit TNI yang akan digunakan sebagai wahana pendidikan. Antara lain RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, RSAL Dr. Ramelan Surabaya dan RS TNI AD Madiun. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *