Januari 19, 2022

FK UNAIR Jalin Kerjasama dengan PT Bundamedik TBK

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menjalin kerjasama dengan PT Bundamedik TBK (BMHS). Kerjasama dilakukan dalam tiga bidang yakni pendidikan, penelitian serta pengabdian masyarakat. Ini diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) yang dilaksanakan di Ruang Sidang C FK UNAIR, Rabu, 19 Januari 2022.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) menyambut baik kerjasama ini. Sebuah kolaborasi saat ini merupakan hal yang tidak bisa dielalak. Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dengan institusi komersil seperti ini, secara tidak langsung juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Bagaimana menggabungkan kelebihan yang dimiliki masing-masing institusi, kolaborasilah sebagai jalan keluar yang baik. Sehingga lahir SDM dokter yang unggul dan terampil” terangnya.

Diketahui BMHS sendiri merupakan perseroan terbatas yang menaungi beberapa layanan kesehatan dengan pemanfaatan teknologi medis modern. Salah satunya Morula IVF yang tersohor dalam pelayanan program bayi tabung di Indonesia.

Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, SpOG, FRANZCOG, GDRM, MMIS, berharap, melalui kerjasama ini, ke depan pelayanan kesehatan di Indonesia tidak hanya fokus pada satu segmen saja. Lebih dari itu terjadi kolaborasi silang seperti ini, “Sehingga pelayanan kesehatan di Indonesia tidak kalah dengan di negeri tetangga,” ungkapnya.

Di bidang pendidikan misalnya, BMHS membuka pintu untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada spesialis dan subspesialis di FK UNAIR. Misalnya untuk spesialis satu dalam pelaksanaan program bayi tabung dan andrologi. Sementara untuk spesialis 2 dalam program TRB dan operasi dengan pembedahan kecil atau minimal invasive.

Dengan kerjasama ini, sifitas akademis FK UNAIR juga bisa memanfaatkan laboratorium yang dimiliki oleh BMHS untuk kepentingan riset dan pendidikan. Ini tentu sangat membantu mengingat PT ini terdepan dalam pemanfaatan teknologi majunya. BMHS sendiri berharap, melalui kerjasama ini bisa lahir sebuah inovasi kesehatan yang kembali lagi, tujuannya kembali lagi pada peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Pun BMHS juga sangat terbuka masuk ke dalam kurikulum di FK UNAIR untuk memberikan kuliah tambahan. Baik dalam prosedur medis maupun entrepreneurship di bidang kesehatan.

“Karena tidak bisa dipungkiri juga. Dokter masa kini harus bisa survive setelah lulus. Dan ilmu ini bisa dimanfaatkan,” terangnya.

Dari segi pengabdian masyarakat pun, banyak yang bisa dilakukan. Mulai dari edukasi kolaborasi atau pelayanan kesehatan di daerah.

“Saya optimis ini akan jadi kolaborasi yang produktif. Apalagi Bapak dekan menyambut kerjasama ini dengan sangat hangat. Saya rasa banyak hal kongkrit yang bisa dikerjakan bersama dan kami sangat antusias dengan kerjasama ini,” tukasnya. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *