Mei 24, 2022

FK UNAIR dan Adjunct Professor Dari Adelaide Dampingi 6 Daerah Tekan AKI

Prodi Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) bekerjasama dengan Adjunt Professor dari Adelaide University, Dr. Muhammad Afdzal Mahmood, MBBS.,MPH PhD mendampingi 6 kabupaten dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI). Proyek ini dibiayai oleh Australia Indonesia Institute.

Pendampingan dilakukan ke Jombang, Tuban, Pasuruan dan Tiga kabupaten di Kalimantan Timur meliputi Samboja, Kutai dan Samarinda. Program ini akan berlangsung selama satu tahun.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) menuturkan, ini merupakan bagian dari program Academic Health System (AHS), sistem kesehatan bersama di mana di Jawa Timur, FK UNAIR ditunjuk sebagai pionirnya.

“AKI AKB hingga saat ini masih menjadi salah satu problem yang harus kita pecahkan bersama. Karenanya kami menggandeng adjunt dari luar negeri yang kami harapkan bisa memberikan solusi dari perspektif lain mengenai permasalahan yang sedang kita hadapi,” terang dekan.

Pendampingan ini merupakan bentuk kerjasama dalam bidang pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat ini juga dibarengi dengan riset kolaborasi untuk menggali penyebab dan mencari pemecahan masalah.

Pendekatan Ke Sistem Kesehatan

Prof Afdzal menambahkan, pendampingan ini akan dilakukan secara spesifik ke sistem kesehatan. Dengan indikator perbaikan sistem rujukan, koordinasi antar tingkat dan lain sebagainya.

“Kami tidak mau hanya memberikan pelatihan lalu selesai. Tapi kami dampingi selama satu tahun,” terangnya.

Teknisnya, masing-masing daerah diminta untuk mencari akar permasalahan tingginya AKI kemudian fokus mencari solusi pada permasalahan tersebut.

“Jadi kita mulai dari langkah yang kecil tapi konkrit. Nantinya, daerah-daerah lain ini diharapkan menjadi sister city untuk berbagi pengalaman dalam penanganan kesehatan ibu dan anak ini,” terangnya.

Tanggal 18 Mei lalu, perwakilan dinas kesehatan dari Kalimantan,Pasuruan dan Tuban hadir ke FK UNAIR untuk melakukan diskusi dan assesment awal. Kemudian di tanggal 19 Mei, diskusi dan visitasi dilanjutkan di Dinas Kesehatan Jombang. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *