Maret 6, 2022

FK UNAIR Adakan Pengabdian Masyarakat yang Bersinergi dengan Berbagai Pihak untuk Mencegah Terjadinya Longsor Di Ngetos, Nganjuk

Dalam rangka memperingati 1 tahun Musibah tanah longsor yang menyebabkan 19 nyawa melayang, yang terjadi di kecamatan Ngetos kabupaten  Nganjuk. Maka dilaksanakan pengabdian masyarakat berupa penanaman bibit sukun untuk mencegah longsor dan mitigasi landslide di daerah rawan bencana. Kegiatan ini terlaksana atas prakarsa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) yang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kab. Nganjuk, FORPIMCAM Kecamatan Ngetos, PEMDES Desa Ngetos dan Warga terdampak Longsor Ngetos, Nganjuk.

Dalam kegiatan ini ditanam berbagai macam bibit, Sedikitnya ada 800 bibit. Bibit yang ditanam adalah Sukun dan Akar Wangi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan IKA Unair. Ditambah Alpukat dan Mangga yang merupakan sumbangan dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Selain itu Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga juga melakukan dukungan berupa penyediaan pendanaan.

Kegiatan ini dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Peduli Bencana Longsor Ngetos, Nganjuk.

Dari sambutan Kepala pelaksana BPBD Provinsi. Drs Budi Santosa menyampaikan bahwa Beliau sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh FKUA dan IKA Unair yang telah memprakarsai kegiatan penanaman bibit sukun dan akar wangi pada hari ini (5/3).

Mengutip dari pesan yang disampaikan oleh Bapak Presiden RI. Joko Widodo. bahwa saat ini negara sedang mengalami banyak musibah seperti banjir dan tanah longsor. Maka mitigasi bencana yang bersifat vegetatif sangat ditekankan, sebagai langkah mencegah terjadinya longsor. Seperti penanaman bibit sukun dan akar wangi. Selain itu beliau juga mengutip pesan dari Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. bahwa kita saat sekarang ini harus banyak kegiatan “Nandur, Nandur, Nandur “.

Selain itu dikarenakan tanah di Ngetos ini masih sangat labil, maka Badan Geologi Bandung mengeluarkan rekomendasi bahwa warga terdampak longsor selopuro harus direlokasi ke tempat lain yang tanahnya lebih stabil. Sehubungan dengan hal tersebut BPBD Kab. Nganjuk bersama BPBD Provinsi Jawa Timur telah mengambil langkah untuk merelokasi warga di hutan sebelah utara polsek Ngetos. Saat ini proses relokasi sudah berjalan kurang lebih 90 %. Dari warga terdampak sangat berharap untuk proses relokasi dan pembangunan perumahan warga segera diwujudkan oleh pemerintah. Karena selama 1 tahun ini warga sudah tidak betah tinggal di kontrakan di rumah warga ngetos lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *