Januari 18, 2024

Fenomena Gunung Es : Kekerasan Seksual di Kalangan Remaja

Kekerasan seksual remaja di Indonesia dapat diumpamakan sebagai gunung es. Ada banyak kasus kekerasan tetapi hanya sedikit yang tampak bahkan sebagian besarnya tenggelam tanpa ditindaklanjuti. Fenomena gunung es ini terjadi salah satunya karena stigma negatif yang menyelubungi kasus kekerasan seksual, menyebabkan para korban yang masih remaja takut dan memilih berdiam diri atau bahkan ‘dibungkam’ oleh orang-orang di sekitarnya.

Dr. Yunias Setiawati, dr., Sp.KJ (K), FISCM, membahas mengenai kasus kekerasan seksual remaja dan anak melalui Dokter UNAIR TV. “Kekerasan seksual (pada anak) adalah segala aktivitas seksual yang melibatkan anak pada usia 0-18 tahun yang merugikan anak dengan tujuan sebagai kesenangan pelaku, dapat secara langsung maupun tidak langsung.” terang dr. Yunias dalam siaran Dokter UNAIR TV (21/07/2023).

Pelaku kekerasan seksual tidak memandang gender maupun peran sosial. Pelaku kekerasan seksual pada anak bisa datang dari orang-orang terdekat seperti, ayah, ibu, paman, kakek, teman, dan orang lain yang sepatutnya menjadi perlindungan bagi anak. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor semakin banyak korban kekerasan seksual yang takut untuk melapor.

Hal ini menyisakan trauma yang mendalam pada anak, menyebabkan perasaan tidak percaya diri, phobia terhadap lawan jenis, self harm, prestasi belajarnya buruk, cenderung menarik diri dari lingkungan dosial yang tidak jarang menyebabkan dirinya dikucilkan. Tidak hanya trauma secara mental, trauma pada fisik pun sering dijumpai pada korban kekerasan seksual seperti luka-luka, penyakit menular seksual, resiko kehamilan, dan gangguan neurodevelopmental yang akan berdampak pada perkembangan karakter dan fisik anak.

Dampak berat yang ditinggalkan dari kekerasan seksual merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk dihilangkan. Maka dari itu, pentingnya pertolongan dan perlindungan terhadap korban sedini mungkin untuk mencegah dampak yang lebih besar lagi pada anak. Pertolongan yang diberikan dapat berupa dengan membawa korban ke psikiater, ke tempat yang lebih aman, melaporkan pelaku, dan  memberi dukungan penuh pada korban.

Penulis : Diana Annabelle Situmorang