Maret 26, 2022

Dosen FK Unair Edukasi TBC di Dokter Unair TV : Deteksi Dini Penyakit TBC dengan Aplikasi E-TB

SURABAYA – Indonesia jadi negara nomor tiga  dengan penderita Tuberkulosis (TBC) terbanyak setelah India dan Tiongkok. Di Indonesia sendiri, Jawa Timur menempati urutan kedua. Sementara prevalensi Surabaya masih menempati posisi pertama di tingkat Provinsi.

Ini disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Dr dr Soedarsono, SpP(K), “ini tentu tak lepas dari tingginya populasi penduduk di Indonesia,” ujarnya dalam tayangan Dokter Edukasi,  Dokter Unair TV, 25 Maret 2022.

Yang menantang, pemerintah mentargetkan pada tahun 2030 Indonesia sudah bisa mengeliminasi TBC. Artinya bukan sama sekali menghilangkan TBC, namun menekan angkanya.

Satu yang kunci elimininasi adalah dengan diketemukan sebanyak-banyaknya dan kemudian diobati sampai tuntas. Sehingga rantai penularan semakin sedikit dan kasus baru segera ditekan.

“Karenanya eliminasi ini baru bisa berjalan baik kalau eliminasinya dari pusat dan masif,” jelasnya.

Sebenarnya pemerintah sudah banyak mengeluarkan program eliminasi TBC. Salah satunya yang diterapkan di Jawa Timur adalah self assesment untuk deteksi dini TBC melalui aplikasi E-TB. Aplikasi ini juga merupakan bentuk kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan FK UNAIR. Aplikasi E-TB ini bisa didownload di playstore.

“Aplikasi ini bagus untuk untuk masyarakat yang tidak tahu dirinya punya TBC, jadi tahu sehingga bisa terkurangi,” jelasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *