April 20, 2022

Dokter Gigi Unair Beri Tips Cegah Bau Mulut saat Puasa

SURABAYA – Bulan puasa kerap membuat bau mulut menjadi tak sedap. Hal ini lantaran saat berpuasa, mulut tengah mengalami jeda makan sehingga membuat produksi air liur menjadi berkurang.

Berkurangnya produksi air liur membuat jumlah mikroorganisme dalam rongga mulut juga berkurang bahkan ada yang mati. Sehingga pada akhirnya membuat bau mulut orang yang sedang berpuasa menjadi tidak sedap.

Dr drg Desiana Radhitia, SpPM(K) dalam diskusi di Youtube Dokter Unair TV bertema “Cegah Bau Mulut dan Gangguan Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Puasa” pada 19 April 2022 menjelaskan bau mulut atau halitosis erat kaitannya dengan makanan yang masuk.

Saat berpuasa, dalam rongga mulut terjadi perubahan kondisi lingkungan mulut. Jumlah produksi air liur yang menurun membuat produktivitas mikroba dalam mulut pun menjadi ikut turun.

“Jika air liur turun maka proses pembersihan rongga mulut oleh mikroorganisme juga tidak bisa dilakukan.

Apalagi air liur juga membantu memberikan kelembaban pada lapisan yang ada di rongga mulut,” jelas drg Desi, sapaan akrabnya.

Namun, drg Desi mengingatkan bukan hanya jeda makan yang membuat bau mulut pada orang berpuasa terjadi. Sebab, kesehatan saluran pencernaan juga menjadi salah satu penyebab bau mulut bisa muncul.

“Bau mulut juga bisa juga disebabkan karena sistem pencernaan yang kurang sehat,” ungkapnya.

“Bahkan, ada pepatah bilang, you are what you eat itu benar adanya,” tambahnya.

Kebiasaan mengonsumsi satu jenis makanan dalam kurun waktu lama dan berulang membuat rongga mulut seseorang memiliki karakteristik bau yang berbeda. Sehingga dirinya pun menyarankan saat berpuasa sebaiknya memperhatikan empat jenis pembersihan rongga mulut secara paripurna.

“Pertama tentu saja menyikat gigi dua kali sehari. Saat sesudah sahur dan menjelang tidur.” Menyikat gigi dengan teknik yang benar membuat sisa makanan yang menempel di gigi bisa luruh dan tidak menyebabkan gigi berlubang.

Selanjutnya adalah menggunakan cairan antiseptik sebagai obat kumur. Berkumur menggunakan cairan antiseptik harus disertai dengan teknik yang benar. “Menggerakkan otot pipi dan bibir agar cairan masuk ke sela-sela gigi,” jelas drg Desi mengingatkan.

Ketiga dan keempat, drg Desi meminta agar menyikat lidah dan menggunakan benang gigi. “Kalau keempatnya dilakukan, ini efektif banget buat menjaga kesehatan rongga mulut secara paripurna dan lengkap,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *