Agustus 24, 2022

Diterima di 3 Universitas Terbaik Dunia, Lulusan FK UNAIR ini Tambatkan Hati di Harvard

Dapat Beasiswa S2 Bidang Kesehatan Masyarakat

Nama Dokter Maria Cellina Wijaya mungkin sudah cukup akrab ditelinga. Nama Dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini sudah malang melintang dalam pemberitaan media karena diterima di tiga kampus ternama dunia sebelum akhirnya menambatkan hati di Universitas Harvard.

Bisa menempuh pendidikan di luar negeri adalah cita-cita masa kecil Celline, panggilan akrabnya. Namun cita-citanya sempat terhambat karena terkendala biaya. Ia pun pasrah dan bersekolah di Indonesa dari jenjang SD hingga kuliah.

Meski begitu, ia tak mengubur mimpinya. Setelah lulus dari FK UNAIR ia menjalani masa internship di Mojokerto. Pengalaman internshipnya yang ia jalani pada masa puncak-puncaknya Pandemi COVID-19 inilah yang mendorongnya untuk mengambil studi S2 di bidang kesehatan masyarakat.

“Saya merasakan sekali dampak pandemi ke sistem kesehatan di Indonesia. Di mana yang APD kekurangan, banyak sejawat kita yang meninggal juga. Pandemi ini menjadi cobaan kepada sistem sekaligus dan kelihatan banget kalau ternyata sistem kita belum kuat,” paparnya dalam tayangan youtube Dokter UNAIR TV episode dokter inspirasi, Kisah Dokter Peraih Beasiswa S2 Harvard.

Dari pengalaman riil ini, Celline merasa bahwa ahli-ahli di bidang kesehatan masyarakat sangat dibutuhkan di Indonesia. Dari sini ia menemukan pilihan studi S2nya, “Bisa dikatakan rata-rata lulusan dokter di Indonesia pasti langsung ambil spesialis. Namun dari pengalaman yang ada, saya terdorong untuk mengambil public health ini,” tambah ibunda Alma Atmando ini.

Ia kemudian mendaftarkan diri di tiga kampus Amerika Serikat. Antara lain Universitas Harvard, California dan John Hopkins. Ketiganya masuk dalam lima jajaran kampus terbaik dunia di bidang kesehatan masyarakat.

“Saya sebenarnya daftar di tiga universitas langsung karena takut tidak diterima. Namun alhamdulillah bisa diterima ketiganya,” ucapnya bersyukur.

Amerika Serikat sendiri ia pilih karena keragaman populasi masyarakatnya dibandingkan dengan negara barat lain. Ia berharap, paparan penyakit yang dipelajari di sana tak jauh berbeda dengan kasus yang ada di Indonesia.

Menambatkan Hati di Universitas Harvard

Diterima di tiga universitas terbaik sekaligus rupanya membuat dokter cantik ini makin bingung menentukan pilihan. Ketiga universitas ternama tersebut sama-sama kuat dengan pertimbangan masing-masing. Misalnya Universitas John Hopskin yang menempati urutan pertama sebagai Kampus dengan Jenjan S2 kesehatan masyarakat terbaik di dunia.

Di Harvard sendiri ia mengambil dua master degree, yakni Masters of Public Health Harvard TH Chan dan Master of Medical Sciences in Global Health Delivery Harvard Medical School.

“Keputusan akhirku akhirnya mengambil Master of Global Health di Harvard karena mengejar seorang dosen. Dia salah satu dosen yang aku ingin banget pelajari ilmunya,” lanjutnya.

Luar biasanya, Celline menempuh studi S2 luar negeri ini dari beasiswa program LPDP (Lembaga Penyedia Dana Pendidikan). Sehingga studinya selama di Amerika Serikat tercover oleh negara.

Penulis : Ismaul Choiriyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.