Desember 29, 2022

Dikukuhkan Gubes, Prof Ferdiyansyah Bahas Potensi Rekayasa Jaringan di Bidang Orthopaedi

Prof Dr Ferdiansyah dr Sp OT(K) resmi dikukuhkan sebagai guru besar UNAIR pada Rabu (28/12/2022). Pengukuhan itu menjadikannya Guru Besar ke-123 yang dimiliki Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR.
Dalam orasi, ia memaparkan hasil penelitiannya yang menjelaskan potensi rekayasa jaringan untuk meregenerasi organ yang rusak.

“Rekayasa jaringan adalah metode terapi yang menggunakan kombinasi sel-sel hidup dan protein,” tutur alumnus program doktor Sekolah Pascasarjana UNAIR tersebut.

Pengobatan melalui rekayasa jaringan sangat bergantung pada organ apa yang rusak dan seberapa parah kerusakannya. Biomaterial dan protein yang digunakan juga akan berbeda. Penelitian Prof. Ferdiansyah menunjukkan bahwa rekayasa jaringan berpotensi digunakan dalam bidang ortopedi.

“Ortopedi adalah cabang ilmu kedokteran yang fokus pada promosi, pencegahan, terapi penyakit, dan trauma sistem muskuloskeletal (otot dan tulang),” ujarnya. Rekayasa jaringan, lanjut Prof Ferdiansyah, menjadi harapan baru dari ilmu pengobatan regeneratif.

“(Rekayasa jaringan, red) telah menjadi harapan baru dalam mengatasi kerusakanyang terjadi akibat penyakit pada sistem muskuloskeletal. Komposit ini akan memperbaiki kerusakan yang terjadi melalui proses regenerasi dan menghindari terjadinya sikatrik sehingga diharapkan dapat mengembalikan fungsi jaringan yang rusak,” jelas peraih AOS Award 2018 tersebut.

Penelitian Prof Ferdiansyah tidak berhenti di sana. Sebagai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, ia terus meneliti dan berkolaborasi. Salah satunya ditunjukkan dari Instalasi Bank Jaringan dan Sel di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

“Instalasi Bank Jaringan dan Sel RSUD Dr Soetomo telah melayani dan mendistribusikan berbagai jaringan dari donor secara terbatas ke seluruh Indonesia,” terang ketua prodi Orthopaedi dan Traumatologi FK UNAIR tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara UNAIR dan RSUD Dr Soetomo perlu terus ditingkatkan untuk menghasilkan karya anak bangsa dalam rangka memenuhi kebutuhan pasien di Indonesia.

“Rekayasa jaringan merupakan metode baru yang akan menjadi harapan pasien dalam pengobatan gangguan ortopedi, meliputi kerusakan jaringan bahkan organ yang belum bisa disembuhkan dengan metode yang tersedia,” ucapnya. (ISM)