September 18, 2022

Departemen Pulmologi FK UNAIR adakan Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Dies Natalis Pendidikan Dokter di Surabaya ke-109

Surabaya 18 September 2022. Pada hari Minggu sejak pukul 06.00 pagi telah banyak staf mahasiswa tenaga kependidikan dan masyarakat awam berkumpul di lapangan rektorat kampus C Universitas Airlangga. Senam bersama dan jalan sehat adalah kegiatan yang rutin diadakan di lingkungan Universitas Airlangga. Periode bulan September 2022 ini di selenggarakan oleh fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Selain kegiatan aktivitas fisik para peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Departemen prodi full monology dan ilmu kedokteran respirasi fkuner RSUD Dr Sutomo bekerja sama dengan KSM Paru Rumah Sakit Unair dan PDPI cabang Jawa timur turut ambil peran dalam upaya kesehatan paru. Dengan mengambil salah satu stan kesehatan di sisi gedung rektorat Universitas Airlangga para PPDS Paru FK Unair didampingi oleh para staf memberikan pemeriksaan kesehatan paru secara cuma-cuma. Pemeriksaan kesehatan paru diantaranya deteksi dini PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). Para peserta senam dan jalan sehat dapat mendaftar dan melakukan pemeriksaan kesehatan paru sejak pukul 08.00 sampai 10 pagi.

Para peserta sangat antusias untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. BPJS paru yang merupakan calon dokter spesialis paru memberikan konsultasi kesehatan paru, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan paru. Seluruh peserta akan dilakukan screening deteksi dini penyakit paru molor dengan kuesioner puma. Kuesioner ini sangat berguna untuk mendeteksi Dini penyakit paru molor atau PPOK.

Ppok adalah penyakit yang disebabkan oleh inhalasi atau terhirupnya gas berbahaya terutama asap rokok. Kebanyakan pasien ppok adalah laki-laki berusia lebih dari 40 tahun dengan riwayat merokok lebih dari 20 tahun. Asap rokok akan dapat menyebabkan kerusakan paru. Akan terjadi penyempitan saluran napas, kerusakan jaringan paru, dan kelainan pembuluh darah paru. Penyempitan saluran nafas sering menyebabkan pasien ppok mengalami batuk lama, sesak yang semakin memberat dengan aktivitas dan batuk disertai dengan dahak.

Peserta yang melakukan pemeriksaan puma dengan hasil lebih atau sama dengan 7 akan dilanjutkan dengan pemeriksaan spirometri atau pemeriksaan fungsi paru. Sebelum melakukan pemeriksaan spirometri maka peserta akan dilakukan swab antigen. Apabila hasil swipe antigen negatif maka dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan spirometri.

Pemeriksaan spirometri berfungsi untuk mengetahui fungsi paru seseorang. Pasien diminta untuk menghembuskan nafas secara kuat dan cepat melalui sebuah pipa yang terhubung ke alat spirometri. Volume udara dan kecepatan hembusan napas akan dapat terukur secara otomatis. Hasil pemeriksaan spirometri akan didapatkan adanya sumbatan atau obstruktif pada pasien PPOK. Beberapa pasien yang melakukan pemeriksaan didapatkan hasil spirometri restriksi atau gangguan pengembangan paru. Salah satu penyebab obstruksi adalah PPOK sementara penyebab restriksi adalah obesitas atau kegemukan.

Pemeriksaan kesehatan paru adalah sangat penting untuk mendeteksi berbagai penyakit paru mengingat berbagai gas atau inhalasi baik yang sengaja atau tidak sengaja dapat dialami oleh masyarakat. Upaya deteksi dini adalah upaya sebelum terjadinya penyakit paru yang lebih berat. (Alfian Nur Rosyid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *