Agustus 28, 2022

Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo Adakan Penyuluhan Kesehatan Kulit Pada Lansia

Semakin Tua Semakin Kering, Perlunya Lansia Merawat Kesehatan Kulit

Merawat kesehatan kulit bukan hanya kebutuhan yang muda. Orang lanjut usia (Lansia) malah lebih perlu. Apalalagi, mereka cenderung mengalami masalah kesehatan kulit karena penurunan kadar air tubuh dan berbagai faktor eksternal lain.

Karenanya, Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo mengadakan penyuluhan kesehatan kulit pada lansia, Jumat, 26 Agustus 2022.

Kegiatan yang masuk dalam Pengabdian Masyarakat (Pengmas) ini menyasar 60 pensiunan pegawai RSUD Dr. Soetomo. Berlokasi dilaksanakan di Ruang Sekretariat IRJ, RSUD Dr. Soetomo, peserta diberikan materi mengenai permasalahan kulit yang kerap terjadi pada lansia, faktor resiko serta penanganannya.

Ketua Pengmas, Dr. Damayanti, dr., Sp.KK(K) menyampaikan, kulit kering menjadi masalah kesehatan kulit paling sering dialami lansia. Seperti yang disebutkan di atas, hal ini karena semakin tua, kadar air dalam tubuh juga mengalami penurunan.

“Pada lansia, ada penurunan kadar air hingga 10 persen di tubuh inilah yang menyebabkan kulit kering,” terangnya.

Pada lansia terjadi penurunan kadar kolagen yang menyenabkan penurunan elastisitas tubuh. Ini juga lah yang menjadi faktor resiko lansia mengalami kulit kering. Kulit semakin menipis. Juga karena perubahan genetik misalnya menopouse pada wanita.

Selain faktor internal, paparan sinar matahari, polusi udara, serta konsumsi makanan yang tidak sehat, konsumsi obat-obat tertentu seperti obat hipertensi juga berkontribusi menyebabkan kulit kering termasuk pada lansia.

Kulit kering ditandai dengan permukaan kulit yang kasar, bertekstur, mudah bersisik dan cenderung gatal.

Meskipun terkesan sederhana, kulit kering tidak bisa dianggap remeh. Karena jika dibiarkan, kulit menjadi semakin sensitif, iritasi dan mudah mengalami infeksi. Hal ini tentu berdampak langsung pada kualitas hidup mereka.

“Kasus ini sering tidak diidentifikasi karena pasien cenderung mengabaikan keluhan. Sehingga biasanya datang ke kita sudah mengalami komplikasi. Seperti infeksi dan luka,” terangnya.

Di RSUD Dr. Soetomo sendiri, cukup banyak pasien lansia datang dengan permasalahan kulit kering yang menimbulkan komplikasi parah. Ada dua hingga tiga pasien setiap harinya.

Ketua Departemen Kulit dan Kelamin FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo, Dr. M. Yulianto Listiawan,dr., Sp.KK, FINSDV, FAADV menambahkan, kulit lansia kembali seperti kulit bayi. Artinya lebih sensitif. Karenanya perawatannya juga harus diperhatikan.

Karena kering, kulit lansia juga cenderung mudah gatal. Saat gatal seorang cenderung untuk menggaruk kulit. Padahal ini tidak dianjurkan karena bisa menipiskan dan melukai kulit.

Karenanya, perawatannya juga harus diperhatikan. Misalnya memilih sabun yang lembut untuk kulit, menggunakan pelembab dan tabir surya.

Dokter yang akrab disapa Dokter Wawan ini menitipkan pesan kepada lansia agar mengelola emosi/ stress sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan kulit.

“Jangan gampang marah-marah. Terpancing emosi saat lihat anak-anak begini begitu Karena ini juga mempengaruhi kesehatan kulit,” tukasnya. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *