September 22, 2022

Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Endokrinologi FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo Menggelar Pengmas Edukasi dan Skrining Diabetes Mellitus pada Santri Ponpes Alif Laam Miim Islamic Boarding School Surabaya

Proporsi remaja di Indonesia pada 2010 sebesar 18% atau sekitar 43,5 juta jiwa. Sebanyak 426.786 remaja usia 10-19 di Surabaya yang  memiliki risiko yang sangat besar terhadap penyakit DM (Limsah, 2019).  Perilaku remaja sejak dini seperti asupan makanan yang dipilih dan aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari akan mempengaruhi tingkat kesehatannya dimasa tua nanti. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit hiperglikemia adalah suatu penyakit yang bisa menjadi pemicu penyakit berbahaya lainnya jika tidak ditangani dengan serius ataupun terlambat terdeteksi. Di, Indonesia tipe Diabetes yang paling sering adalah Diabetes Melitus tipe 1 dan Diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 disebabkan proses kerusakan sel-beta pankreas yang dimediasi oleh imun yang menyebabkan insulinopenia, sedangkan DM tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin yang dimediasi obesitas dan defisiensi insulin yang dimediasi sekresi non-imun (NIDDK,NIH). Pada remaja dan anak-anak lebih sering identik dengan Diabetes tipe 1 sedangkan Diabetes tipe 2 lebih umum terjadi pada orang dengan usia lebih tua. Biasanya pasien dengan Diabetes sering mengalami keterlambatan untuk didiagnosis karena biasanya keluhan tidak muncul diawal namun baru diketahui setelah mengalami komplikasi lainnya. Keluhan yang dialami pada pasien penderita Diabetes yaitu hasil gula darah yang tinggi disertai rasa sangat haus, frekuensi buang air kecil  yang melebihi normal, penurunan berat badan tidak wajar hingga merasa lelah (healthdirect). Pada anak-anak atau remaja dengan Diabetes tipe 1 dapat memasuki fase ketoasidosis jika mengalami keterlambatan diagnosis (CDC). Gejala yang dapat muncul pada pasien yang mengalami ketoasidosis adalah nafas cepat, nafas berbau seperti keton, nyeri perut, mual hingga dehidrasi. Diabetes tipe 1 yang diobati sedari dini dapat mencegah komplikasi ke beberapa organ seperti jantung, ginjal, stroke, mata hingga saraf. Pada pasien dengan Diabetes tipe 1 dapat melakukan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat (healthdirect). Pengecekan gula darah secara berkali hingga kontrol ke dokter secara rutin untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya komplikasi.

Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Endokrinologi FK UNAIR-RSUD Dr Soetomo menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Alif Laam Miim berlokasi di Jl. Kebonsari Baru Selatan Surabaya, Indonesia pada Senin, 15 Agustsus 2022.  Persiapan acara dilakukan oleh para dokter magang dengan dibantu oleh staff-staff serta PPDS di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Endokrinologi RSUD Dr Soetomo – FK Unair selama dua minggu dan pihak pondok pesantren menyambut acara ini dengan baik.  Para santri Pesantren Alif Laam Miim sebagian besar masih memiliki pola hidup yang kurang sehat terutama dari pemilihan asupan makanan. Banyak dari mereka masih suka memilih mengonsumsi fast food walaupun dari pihak pesantren telah berusaha melakukan pembatasan konsumsi bahan makanan seperti itu.  Pesantren Alif Laam Miim belum mengadakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara berkala bagi santri/mahasiswa yang membutuhkan. Beberapa kali pengurus pondok pesantren harus  memulangkan santri  yang pingsan , kejang, atau sesak napas yang sebelumnya belum mendapatkan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara berkala.

Dari total santri berjumlah 210 orang, ada 95 santri dan 15 guru yang dilakukan pengecekan gula darah acak , pengukuran berat badan dan tinggi badan. Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Endokrinologi RSUD Dr Soetomo – FK Unair memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang diabetes mellitus pada remaja di Pesantren Alif Laam Miim Surabaya. Metode yang digunakan adalah seminar edukasi kepada seluruh santri, guru, dan pengelola pondok pesantren, diskusi, dan pemberian materi berupa booklet singkat. Selain itu, dilakukan screening deteksi dini diabetes kepada mahasiswa melalui pemeriksaan kesehatan dengan mengukur tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan gula darah secara acak. Dr. Nur Rochmah, dr., Sp.A (K) , dr. Yuni Hisbiyah, dr., Sp.A, MMRS dan dr. Rayi Kurnia, Sp. A, M.KedKlin juga ikut hadir langsung pada acara ini. Pemaparan materi juga disampaikan dengan menarik oleh  dr. Rayi Kurnia, Sp.A, M.Ked.Klin kemudian para santri diberi kesempatan untuk berinteraksi secara aktif melalui sesi tanya jawab langsung dengan setelah materi selesai disampaikan. Kemudian, untuk mengevaluasi pengetahuan yang diketahui para santri Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Endokrinologi RSUD Dr Soetomo – FK Unair juga memberikan Pre-Test yang diberikan sebelum pemaparan materi dan ditutup oleh Post-Test di akhir acara. Para santri sempat terlihat takut terutama yang perempuan saat akan ditusuk dengan lancet sebelum dicek dengan glucometer. Acara berlangsung dengan sangat lancar dan para santri serta semua guru mengikuti acara dengan baik. Para santri mendapat nilai post-test yang mengalami peningkatan dari hasil pre-test sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa para santri telah memperhatikan pemaparan materi dengan seksama. Kemudian , dari hasil BMI berdasarkan berat badan dan tinggi badan dari 95 santri terdapat 5 underweight, 16 overweight , 9 obesitas dan 65 lainnya diklasifikasikan sebagai normal. Sedangkan untuk hasil gula darah acak semua hasil dari 95 santri diklasifikasikan sebagai normal.(* Jihan Kalishah)

 Silalahi, L., 2019. Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal PROMKES, 7(2), p.223.

Diabetes, S. and Health, N., n.d. Symptoms & Causes of Diabetes | NIDDK. [online] National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Available at: <https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/symptoms-causes> [Accessed 9 September 2022].

Healthdirect.gov.au. n.d. Type 1 diabetes. [online] Available at: <https://www.healthdirect.gov.au/type-1-diabetes> [Accessed 11 September 2022].