September 22, 2022

Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Endokrinologi FK UNAIR-RSUD Dr Soetomo Menggelar Kegiatan Pengmas “Skrining Hipotiroid Kongenital dan Stunting”

Anak yang tumbuh dengan sehat dan sempurna adalah harapan setiap orang tua. Terdapat banyak faktor yang berperan agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, salah satunya dengan melakukan deteksi hipotiroid kongenital dan stunting sejak dini.

Hipotiroid kongenital adalah abnormalitas perkembangan atau fungsi kelenjar tiroid yang terjadi sejak dalam kandungan. Skrining hipotiroid kongenital perlu dilakukan untuk mencegah  gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak berupa malnutrisi, perawakan pendek, keterlambatan perkembangan dan retardasi mental. Sedangkan Stunting didefinisikan sebagai kekurangan gizi kronis yang menyebabkan anak menjadi  lebih pendek dibanding tinggi normal sesuai usia pada kurva pertumbuhan. Stunting merupakan konsekuensi dari malnutrisiyang tidak tercukupi, jika hal ini dibiarkan maka akan menyebabkan hormon pertumbuhan anak bisa terganggu dan anak berhenti tumbuh.

Menurut Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, prevalensi stunting di Indonesia mencapai angka 37,2%. Dengan kata lain, terdapat sekitar 93 juta kasus stunting terjadi di Indonesia. Sedangkan kasus Hipotiroid kongenital, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Unit Koordinasi Kerja Endokrinologi Anak dari beberapa rumah sakit ditemukan 595 kasus Hipotiroid Kongenital yang ditangani selama tahun 2010. Sebagian besar kasus ini terlambat didiagnosis sehingga telah mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan motorik serta gangguan intelektual.

Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Endokrinologi FK UNAIR-RSUD Dr Soetomo menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah cakupan Puskesmas Driyorejo pada Sabtu, 13 Agustsus 2022. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa webinar untuk awam dan tenaga kesehatan tentang pentingnya skrining hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir. Acara pengabdian masyrakat dipimpin oleh Dr. Nur Rochmah, dr., Sp.A(K) secara daring dan diikuti oleh 85 peserta yang terdiri dari 32 peserta awam dan 53 peserta tenaga kesehatan meliputi bidan, perawat, dan dokter. Pemaparan materi tentang stunting dan skrining hipotiroid kongenital untuk awam dilakukan oleh dr. Rayi Kurnia, Sp.A, M.Ked.Klin, sedangkan pemaparan materi untuk tenaga kesehatan dilakukan oleh dr. Yuni Hisbiyah, Sp.A, MMRS. Terdapat pengisian kuisioner pre-test dan post-test yang digunakan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta webinar tentang stunting dan skrining hipotiroid kongenital sebelum dan sesudah materi. Para peserta webinar aktif melakukan tanya jawab saat sesi diskusi setelah penyampaian materi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dan tenaga kesehatan dapat lebih sadar akan pentingnya melakukan skrining untuk stunting dan hipotiroid kongenital.

 Dengan adanya pemahaman dan kepedulian mengenai pentingnya skrining hipotiroid kongenital dan stunting pada masyakarat, diharapkan cakupan skrining akan meningkat dan lebih banyak anak-anak yang mendapatkan pengobatan optimal sedini mungkin.  Hal ini akan berdampak besar bagi tumbuh kembang seorang anak diharapkan kelak menjadi generasi penerus bangsa Indonesia yang sehat, cerdas, dan berguna bagi keluarga, masyarakat dan negara. (Penulis : Nur Lailatun Ni’mah)

Referensi:

  1. Rustama DS, Soeggoro EP, Tridjaja B, Roeslani R, Timan IS, Rosilawati NE, dkk. Pedoman skrining hipotiroid kongenital. Edisi Revisi. Jakarta: Kementrian Kesehatan Ri;2014.h.13-71
  2. Soekatri MYE, Sandjaja S, Syauqy A. Stunting was associated with reported morbidity, parental education and socioeconomic status in 0.5–12-year-old Indonesian children. Int J Environ Res Public Health. 2020;17:1–9.