Juli 27, 2023

Delegasi Kebidanan FK UNAIR Raih Gold Medal dalam Event Terbesar Kementerian Riset Thailand

Thailand Inventors Day merupakan gelaran kompetisi dan pameran  temuan ilmiah yang diselenggarakan National Research and Council of Thailand  (NRCT) yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset,  dan Inovasi Thailand. Pertemuan ini diselenggarakan di Bangkok International  Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand selaku tuan rumah.  Pertemuan ini diselenggarakan sebagai pengakuan atas peran mahasiswa,  akademisi, dan masyarakat umum sebagai agen perubahan yang diharapkan  dapat terus memberikan wadah bagi mahasiswa, praktisi, dan peneliti di seluruh  dunia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pada gelaran acara ini,  didatangkan hasil penemuan dari seluruh dunia yang membawa karya intelektual  masing-masing untuk dapat dipamerkan dan berkompetisi dalam meraih  penghargaan yang telah ada secara luring. 

Kegiatan ini diawali dengan pengiriman abstrak karya dan deskripsi produk  kemudian diseleksi oleh komite NRCT. Finalis diberi kesempatan untuk  memamerkan produk inovasinya pada acara exhibition pada tanggal 1–6 Februari  2023. Kegiatan kemudian akan diikuti dengan panel internasional lalu diakhiri  dengan pemberian penghargaan pada karya terpilih. Tingginya minat pada acara ini  mendatangkan peserta berasal dari 24 negara dan mencapai 250 instansi pendidikan termasuk perguruan tinggi, kegiatan ini terbagi menjadi klasifikasi highschool,  elementary, dan university collage. Total audiance yang hadir dalam enam hari  penyelenggaraan sebanyak 1.246 audience termasuk Putri Bajrakitiyabha, selaku  duta besar Thailand sekaligus putri pertama Raja Vajiralongkorn (Raja Thailand) dengan istri pertamanya, Putri Soamsawali.

Penulis percaya melalui kompetisi ini, penulis akan meningkatkan  pengetahuan di bidang teknologi secara pesat serta memperluas cakrawala  perkembangan pengetahuan di kancah internasional. Dari kegiatan ini pula,  penulis berpotensi untuk menambah international exposure yang dapat  menambah pengalaman lebih, khususnya bagi mahasiswa serta membawa citra  baik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di mancanegara.

Adapun delegasi membawa inovasi brem kulit durian sebagai bioregulator  serotonin pada otak. Dengan kombinasi kulit durian, brem yang diciptakan dapat  menjadi alternatif penghilang dampak buruk terhadap kesehatan bagi pecandu maupun mantan pengguna Narkoba Lysergic Acid Diethylamide (LSD), serta  memanfaatkan pektin kulit durian dalam mendukung proses fermentasi brem asli  Madiun tersebut.

Kegiatan ini memiliki kendala internal pada anggaran biaya subsidi yang terbatas, sehingga perlu menambahkan sumber dana swadaya cukup besar, walaupun sudah mendapatkan swadaya dari UKM Penalaran dan Puspas UNAIR. Dan kendala eksternal pada technical meeting acara yang tidak memaparkan banyaknya juri utama dan juri pertimbangan, sehingga banyaknya  juri yg hadir kurang lebih 12 juri membuat proses penjurian cukup rumit, saran  untuk proaktif bertanya mengenai transparansi juri yang ada.

Penulis: Ardelia Bertha Prastika (Kebidanan, 2019)