Desember 5, 2021

Dekan Berangkatkan 24 Nakes FK UNAIR untuk Bantu Edukasi Anak Dengan Gangguan Pendengaran di Banyuwangi

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) memberangkatkan 24 nakes ke Desa Genteng Kulon Kabupaten Banyuwangi. Nakes yang berjumlah 24 orang ini antara lain terdiri dari dokter spesialis THT-KL senior, dokter Spesialis THT-KL, mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dan perawat di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR)-RSUD Dr Soetomo. Mereka akan melakukan pengabdian masyarakat selama satu hari di SMPLB B Negeri 2 Banyuwangi yang siswanya merupakan siswa tunarungu atau gangguan pendengaran.

Dekan Fakultas Kedokteran Unair Prof. Dr. Budi Santoso, dr.,SpOG (K) mengatakan, dalam pengabdian masyarakat ini, tim nakes FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo memberi bantuan alat pendengaran sebanyak 14 buah. Ini diberikan kepada siswa SD dan SMP yang memiliki gangguan pendengaran ringan. Meski jumlahnya yang tak banyak, tetapi ia berharap dapat nermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ambil 14 siswa yang sisa pendengarannya masih bagus. Karena alat bantu dengar tidak bermanfaat bagi yang gangguan pendengarannya derajat berat dan profound,” kata Prof. Budi kepada wartawan seusai memberangkatkan rombongan di Aula FK Unair, Jumat (3/12).

Selain memberikan alat bantu pendengaran, serangkaian kegiatan lain pun dilakukan. Antara lain pemeriksaan kesehatan telinga dan pendengaran, webinar pelatihan bahasa isyarat bagi orang tua dan guru, pelatihan bersih-bersih telinga untuk nakes serta bantuan operasional untuk SMPLB B Negeri Banyuwangi.

Pelepasan Nakes oleh Dekan FK UNAIR di halaman depan FK UNAIR

Rupanya, kegiatan bakti sosial ini bukan kali pertamanya dilakukan. Desa Genteng Banyuwangi sendiri merupakan desa binaan dari sejawat FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo, dan sudah ketiga kali ini untuk pencegahan gangguan pendengaran.

Sementara Ketua Departemen THT-KL FK UNAIR, Dr. Muhtarum Yusuf, dr., Sp.THT-KL mengungkapkan rasa senangnya departemennya dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pengmas FK UNAIR ini. Ini merupakan baktinya dari departemen di FK UNAIR kepada masyarakat.

Ia menyebut, tidak ada alasan khusus kenapa Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pengmas. Secara rata-rata di tiap daerah terdapat kasus tersebut. Dengan melakukan pengabdian masyarakat ke luar Surabaya, ini juga akan mengibarkan bendera FK UNAIR sehingga makin dikenal luas.

“Keberdaan kampus UNAIR di Kabupaten Banyuwangi juga menjadi salah satu alasan mengapa pengabdian masyarakat ini digelar di SMPLB B Negeri Banyuwangi,” terangnya.

Kegiatan pengmas ini merupakan rangkaian pengabdian masyarakat dalam rangka memperingati Dies Natalis UNAIR Ke 67 dan Pendidikan Dokter di Surabaya yang ke 108. Selain pengmas di Banyuwangi ini, ada 107 pengmas serupa yang dilakukan oleh alumni FK UNAIR mulai dari angkatan 1967-2015. Ini selaras dengan tema pengmas Dies Natalis FK UNAIR ke 108 yakni sahabat difabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *