Agustus 10, 2022

Community Development FK UNAIR-RSTKA Pelatihan Kegawatdaruratan Neonatologi dan Obstetri Bagi Tenaga Kesehatan di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep

Dosen Departmen Ilmu Kesehatan Anak – Obstetri dan Ginekologi FK Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga dengan memberikan pelatihan kegawatdaruratan neonatologi di Pulau Sapudi, pada hari Selasa, 24 Mei 2022 di Puskesmas Nonggunung, Kabupaten Sapudi, Kabupaten Sumenep.

Dr. dr. Alpha Fardah Athiyyah, Sp.A(K) sebagai ketua pengusul menyampaikan jika angka kematian bayi dan ibu masih cukup tinggi di Indonesia terutama di wilayah kepulauan karena kesulitan dalam melakukan tatalaksana lebih lanjut serta tantangan merujuk ke Rumah Sakit Daerah yang berada cukup jauh dengan biaya yang tinggi pada saat perujukan.

Sebelum pelatihan dilaksanakan, review materi dilakukan oleh pembicara yakni, dr. Rizki Pranadyan, Sp.OG memberikan materi mengenai pengenalan dan tatalaksana Preeklampsia, dilanjutkan oleh dr. Pandu Hanindito, Sp.OG, M.Ked.Klin dengan pengenalan dan tatalaksana Hemorrhagic Post-Partum, resusitasi neonatus oleh dr. Kartika Darma Handayani, Sp.A(K) dan Kangaroo Mother Care (KMC) oleh dr. Ni Luh Putu Herli Mastuti, Sp.A.

Peserta juga mendapatkan modul obstetri, resusitasi dan KMC. Pelatihan diikuti oleh 50 tenaga kesehatan dari Puskesmas Gayam dan Nonggunung yang dibagi ke dalam 4 kelompok dan memutari station-station yang ada. Selain keempat pembicara tersebut, pelatihan juga dibantu oleh PPDS Ilmu Kesehatan Anak yakni dr. Adecya Nararia Anindita, dr Rizaldo Bagoes Dinantha, dr. Rifah Zafrani Soumena dan 5 Mahasiswa S1 Kebidanan.

Hasil pre- dan post-test menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan menjadi lebih baik setelah kegiatan pelatihan dilaksankan. Pada akhir kegiatan, tim Community Development juga memberikan bantuan 3 set Neo Tee, banner resusitasi, selendang Kangaroo mother care dan peralatan resusitasi neonatus bagi pada kedua puskesmas. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sumenep serta menyegarkan kembali penanganan awal sebelum perujukan ke Rumah Sakit Daerah di Kabupaten Sumenep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *