Mei 1, 2022

Cegah Badan Makin Lebar-an Selama Lebaran

Momen lebaran kerap dibarengi dengan kenaikan berat badan. Hal ini tak lepas dari pola makan yang tidak terkontrol. Apalagi saat lebaran godaan makanan termampang di depan mata. Mulai dari makanan berlemak seperti opor, rendang hingga makanan dengan kalori tinggi seperti kue kering, snack hingga minuman manis.

Ahli gizi FK UNAIR, Dr. Widati Fatmaningrum, dr., M.Kes, Sp.G(K) menyampaikan faktor yang meningkatkan berat badan adalah energi masuk melebihi energi yang keluar. Energi yang masuk didapatkan dari sumber makanan. Terutama karbohidrat, lemak dan protein. Sementara energi yang keluar adalah energi tubuh yang dibakar disaat melakukan aktifitas fisik.

“Nah saat lebaran kan banyak sekali dihidangkan makanan seperti opor ketupat, nastar dan minum-minuman manis. Kadang karena tidak tahan, kita kalap makan. Apalagi selama lebaran kita juga kurang melakukan aktifitas fisik yang membuat energi keluar, akhirnya terjadilah lebar-an,” terangnya dalam tayangan DokterUnair TV edisi Jumat (30/4).

Lalu bagaimana agar badan tidak lebar-an setelah lebaran. Dokter Widati punya beberapa tips yang bisa diikuti yakni dengan mematuhi pedoman umum gizi seimbang.

Dengan mengikuti pedoman umum gizi seimbang, energi yang masuk sesuai dengan energi yang dikeluarkan. Sehingga kelebihan atau bahkan kekurangan berat badan bisa dihindari karena jenis dan porsi sudah ditentukan.

Untuk mengikuti pedoman ini jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi harus diperhatikan betul. Dari jenis misalnya sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

“Dan ada makanan yang harus dibatasi. Misalnya garam dan gula,” terangnya.

Pada pedoman gizi seimbang ada empat pilar. Yakni sebelum makan mencuci tangan, kemudian melakukan aktifitas fisik. Makan harus beraneka ragam dan selalu memantau berat badan.

“Paling tidak pantau berat badan sebulan sekali dan paling tidak ukur IMT atau Indeks Masa Tubuh agar pada range batas normal,” tambah dosen FK UNAIR ini.

Dalam pedoman umum gizi seimbang ada patokan piring makanku. Gambarannya piring dibagi dua. Dua pertiga dari piring bagian kanan adalah makanan pokok, sepertiganya lauk pauk. Setengah bagian bagian kiri dua pertiganya sayur mayur dan sepertiganya buah-buahan.

Atau lebih mudahnya makanan pokok sepertiga, sayur mayur sepertiga, lauk pauk dan buah buahan sepertiga. Tidak lupa dan wajibcuci tangan sebelum makan. Tak kalah penting batasi gula garam dan minyak dan perbanyak minum adalah air putih.

“Jika ini dipatuhi, maka ini tidak akan terjadi kenaikan berat badan,” terangnya.

Bagaimana jika saat idul fitri tetap ingin konsumsi makanan enak, kue dan minuman manis. Dokter Widati membolehkan saja asal tetap dalam batasan normal dan imbangi dengan aktifitas fisik setelahnya sehingga energi keluar tetap sepadan dengan energi masuk. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *